Home / Berita / Internasional / Asia / Turki Beli Rudal Rusia, Amerika Serikat Resah

Turki Beli Rudal Rusia, Amerika Serikat Resah

Menlu AS Mike Pompeo (kiri) bersama Menlu Turki Mevlut Covusoglu. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Brussel. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengungkapkan keresahan negaranya atas tindakan Turki. Penyebab keresahan itu adalah keputusan Turki membeli rudal Rusia, yang dianggap AS sebagai ancaman bagi sekutu-sekutu Washington.

Menurut Mike Pompeo, Menlu AS yang baru, sistem rudal S-400 tidak cocok dengan sistem pertahanan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal itu ia sampaikan saat pertemuan menlu NATO di Brussel, Jumat (27/04) kemarin.

Seorang pejabat AS mengatakan, dalam pertemuan itu Pompeo menyampaikan keresahan AS. “Pompeo juga meminta Mevlut Covusoglu untuk mempelajari kompatibilitas sistem pertahanan NATO,” ujarnya, seperti dilansir Aljazeera, Sabtu (28/04/2018).

Pompeo bertolak ke Brussel beberapa jam saja pasca pengucapan sumpah sebagai Menlu AS. Di ibu kota Belgia itu, ia bertemu dengan para menlu anggota NATO untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, Turki dan Rusia sepakat dalam pembelian sistem rudal S-400. Menurut laporan, kesepakatan yang dibuat akhir Desember tersebut bernilai 2,5 Miliar Dolar.

Ankara mengambil langkah tersebut dalam rangka memperkuat kemampuan pertahanannya. Seperti diketahui, konflik di Suriah dan Irak sering kali mengancam keamanan nasional Turki.

Untuk diketahui, sistem rudal milik Rusia memang tidak kompatibel dengan sistem NATO. Itulah sebabnya pembelian rudal Rusia oleh Turki memicu kemarahan negara anggota NATO, yang juga tidak suka dengan keberadaan Rusia di Timur Tengah.

Langkah Bersama

Di akhir pertemuan di Brussel, Menlu Turki Mevul Covusoglu mengumumkan adanya langkah kerja bersama antara Ankara dan Washington terkait wilayah Manbij, Suriah.

Menurut Covusglu, dalam penerapan langkah kerja itu pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi harus angkat kaki dari Manbij. Jika tidak, maka Turki terpaksa akan melancarkan operasi militer memberantas mereka.

Kecaman ke Rusia

Sementara itu, Mike Pompeo menyebut Rusia sebagai ancaman sekutu AS dan berusaha melemahkan institusi demokrasi Barat. bahkan Pompeo menyeru anggota NATO untuk meninjau ulang hubungan dengan Rusia.

Setelah dari Brussel, Mike Pompeo disebut akan melanjutkan kunjungan ke beberapa negara. Di antaranya ke Arab Saudi, Yordania dan Israel. Pompeo disebut akan membahas beberapa isu internasional, seperti konflik Suriah dan Afghanistan, serta pengaruh Rusia dan Iran. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization