Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Zona Aman di Suriah, Saling Sandera Antara Turki dan AS

Zona Aman di Suriah, Saling Sandera Antara Turki dan AS

Erdogan dan Trump. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Dilansir dari Aljazeera.net, Kamis (25/01/2018), Washingtn membantah menawarkan zona aman ke Turki di wilayah Suriah. Namun, sebagai gantinya Ankara harus mengakhiri operasi militernya kepada Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Sementara Presiden Donald Trump meminta Presiden Turki untuk menentukan batasan dari operasi militernya.

Jubir Kemenlu AS, kepada Aljazeera membantah kabar yang menyebut Menlu AS Rex Tillerson memberi penawaran resmi kepada Turki tentang zona aman seluas 30 km di wilayah Suriah. Selain itu, jubir juga membantah adanya pembahasan antara Menlu AS dan Turki terkait rincian zona aman dimaksud.

Sumber yang enggan disebut namanya menambahkan, Tillerson menyampaikan harapan negaranya kepada Menlu Turki Mevlut Covusoglu untuk bekerjasama dalam masalah keamanan di perbatasan Suriah.

Koresponden Aljazeera di Turki, Rabu (24/01) kemarin melaporkan, Tillerson dan Covusoglu terlibat komunikasi melalui saluran telepon. Menurut sumber dipomatik Turki, Covusoglu meminta AS agar menghentikan dukungan dan pasokan senjata pada teroris YPG.

Erdogan dan Trump

Selain kedua menlu, komunikasi terkait juga terjadi di antara Presiden Erdogan dan Donald Trump. Dalam komunikasi telepon itu, keduanya membahas tentang operasi militer Turki. Namun, kedua negara tampak berbeda dalam merinci pembicaraan tersebut.

Menurut Gedung Putih, Trump menyampaikan kekhawatirannya akan terjadi kekerasan di wilayah Afrin yang disebut akan merusak tujuan bersama kedua negara di Suriah. Selain itu, kepada Erdogan, Trump juga mengingatkan untuk fokus pada pemberantasan ISIS.

Masih menurut sumber yang sama, Trump juga mendesak agar Erdogan menentukan batasan untuk operasi militernya di Suriah, menghindari korban dari pihak sipil, serta menghindari terjadinya baku tembak antara pasukan kedua negara.

Sementara dari Turki disebutkan, Erdogan menegaskan bahwa keputusannya berdasarkan pada kerangka hukum internasional. Selain itu, Erdogan juga menyebut tujuan operasi itu adalah untuk melindungi keamanan nasional Turki.

Selain itu, Erdogan juga mendesak Trump agar menghentikan dukungan dan pasokan persenjataan kepada teroris YPG.

Sementara Anadolu Ajansı menyebutkan, keterangan Gedung Putih tidak merinci secara jelas pembicaraan Erdogan dan Trump. Bahkan, Trump disebut tidak menyampaikan kekhawatirannya terkait kekerasan yang ditimbulkan oleh operasi militer Turki di kota Afrin. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization