Home / Berita / Internasional / Asia / Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Dukung Erdogan

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Dukung Erdogan

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim. (Yenisafak)
dakwatuna.com – Kuala Lumpur. Politisi terkemuka Malaysia Anwar Ibrahim memuji prestasi Presiden Recep Tayyip Erdogan selama kunjungannya ke Turki baru-baru ini. Anwar adalah mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia yang dihukum tahun 2015, dan mendapat pengampunan penuh dari Raja Malaysia pada Mei 2018 lalu.

Anwar Ibrahim berbicara banyak tentang Turki dan Erdogan selama wawancara ekslusif dengan Emeti Saruhand dari majalah Gerçek Hayat.

‘Dunia Islam tak punya pemimpin kuat’

“Kita (Muslim) tak punya pemimpin yang baik. Mereka tak punya keberanian untuk berbicara. Lihat saja masalah Palestina. Sangat sedikit dari mereka (pemimpin) yang berbicara lantang. Hal yang perlu dievaluasi tentu pemerintah,” kata Anwar.

Anwar mencontohkan kepemimpinan Islam di masa Umar bin Abdulaziz. Ia menyebutkan, segala capaian hebat dapat diraih hanya dalam waktu dua tahun tiga bulan.

“Harus ada rasa saling percaya antara rakyat dan pemimpin. Pemilihan demokratis harus dilakukan untuk memastikan hal tersebut.”

‘Presiden Turki punya suara efektif’

“Erdogan adalah pemimpin vokal dalam Dunia Islam. Dia punya keberanian dan cukup mewakili negara penting seperti Turki,” lanjut Anwar.

Anwar juga mengemukakan pendapatnya tentang Turki. Menurutnya negara dua benua itu merupakan negara besar dan punya ekonomi yang kuat.

“Orang-orang pasti akan mengkritik, tapi aku tak meragukan ketulusan Erdogan. Ia mengajarkanku bahwa ia akan melakukan yang terbaik. Ia jujur. Ia menepati semua janjinya,” kata Anwar.

‘Berbicara tentang kebenaran’

Pada tahun 2015, Anwar diundang Erdogan untuk berkunjung ke Turki. Ia juga dikritik karena mengunjungi Turki selama periode pemilu 24 Juni.

“Mereka berkata: Kami tahu untuk apa Anda datang. Aku datang untuk berbicara tentang kebenaran. Untuk berbicara tentang yang aku rasa. Aku menghabiskan 10,5 tahun di dalam penjara. Aku tak bisa dicegah untuk berbicara tentang sesuatu yang aku yakini,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization