Home / Berita / Internasional / Asia / Polisi Rusia Tangkap Prajurit Bashar Assad, Ini Sebabnya

Polisi Rusia Tangkap Prajurit Bashar Assad, Ini Sebabnya

Polisi Rusia tangkap prajurit Suriah. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Damaskus. Situs Media Suriah menampilkan sebuah foto yang berlokasi di Yalda, selatan Damaskus. Dalam foto tersebut, tampak polisi militer Rusia menangkap sejumlah prajurit militer rezim Suriah.

Polisi Rusia memaksa prajurit Suriah berbaring di tanah. Tak hanya itu, Polisi Rusia juga memeriksa mobil serta menyita perabotan yang ada di rumah prajurit Suriah. Perabotan itu diduga diambil dari kamp Yarmouk yang berhasil dikuasai rezim.

Foto-foto yang tersebar di media sosial itu menunjukkan anggota pasukan rezim mencuri perabotan-perabotan rumah. Perabotan itu nantinya akan dijual di pasar yang telah mereka kuasai.

Polisi Militer Rusia menyebar anggotanya di daerah Yalda, Babila dan Beit Samh, di bawah perjanjian dengan kelompok oposisi Suriah. Ini dilakukan setelah evakuasi warga sipil yang ingin keluar dari daerah utara Suriah.

Rusia menjadi pemilik pengaruh utama di Suriah setelah membantu rezim memberantas oposisi. Rusia telah membangun dua pangkalan militer di Khmeimim dan Tartous. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Bunuh Tujuh Warga Palestina, Israel Sebut Serangan ke Gaza Sebagai ‘Operasi Penyelamatan’