Home / Berita / Internasional / Asia / Penyelesaian Seperti Apa yang Diinginkan Rusia, Iran dan Turki untuk Suriah?

Penyelesaian Seperti Apa yang Diinginkan Rusia, Iran dan Turki untuk Suriah?

Pertemuan Menlu Rusia, Iran dan Turki di Moskow. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Moskow. Menteri Luar Negeri Rusia, Turki dan Iran menggelar pertemuan di Moskow pada Sabtu (28/04) kemarin. Disebutkan, ketiganya membahas soal krisis Suriah, dan menegaskan komitmen terhadap solusi politik dan menjaga zona ‘de-eskalasi’.

Menurut Menlu Rusia Sergey Lavrov, ada upaya yang bertujuan mengganggu dialog Suriah. Terkait pertemuan, ia mengaku membahas situasi di wilayah Suriah bersama Menlu Turki Mevlut Covusoglu dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif.

Dilansir Aljazeera, Ahad (29/04/2018), Lavrov juga menyebut ia dan dua sekutunya membahas langkah-langkah yang memperkuat hasil pertemuan tiga negara di Ankara beberapa waktu lalu.

Selain itu, dalam konferensi pers bersama Lavrov juga mengomentari soal serangan udara Amerika Serikat dan Sekutu di Suriah. Menurutnya hal itu merusak proses perdamaian.

Lebih lanjut Menlu Rusia menegaskan komitmen negara dengan penyelesaian secara politik. Namun ia meminta tidak ada persyaratan yang diajukan kelompok oposisi dalam perundingan Jenewa mendatang.

Sementara itu, Menlu Iran menyatakan, negaranya menolak segala bentuk penggunaan senjata kimia. Ia berharap penyidik internasional dapat segera tiba di Douma dan merilis hasilnya. Selain itu, Zarif menyebut semua pihak sepakat dengan penyelesaian secara politik.

Pada gilirannya, Mevlut Covusoglu menyebutkan, situasi di Suriah menyeret ketiga negara untuk lebih besar dalam berusaha mewujudkan penyelesaian politik. Sementara penyelesaian dengan cara lain, menurutnya, ilegal dan tidak berjalan lama.

Selain itu Covusoglu juga menegaskan urgensi untuk menjaga keutuhan dan perdamaian Suriah.

Sementara keberadaan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi di Manbij, menjadi ancaman bagi Suriah dan juga Turki, imbuhnya.

Sebelumnya, Menlu Uni Eropa Federica Mogherini menyebut Rusia dan Iran menekan rezim Suriah untuk menerima perundingan di bawah naungan PBB. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization