Home / Berita / Internasional / Asia / Washington Berencana Serang Suriah di 8 Titik

Washington Berencana Serang Suriah di 8 Titik

Donald Trump dan Bashar Assad. (aljadeed.tv)

dakwatuna.com – Washington. Media AS CNBC menyebut Washington akan menargetkan delapan titik dalam rencana serangan AS ke Suriah. menurut sumber yang enggan disebut identitasnya, delapan titik itu termasuk dua bandara militer, pusat penelitian dan gudang senjata kimia.

Dikutip dari Aljazeera.net, Jumat (13/04/2018), rencana serangan AS ke Suriah ini belum final. Sedangkan Menhan AS James Mattis masih terus mempertimbangkan banyak hal.

Seperti saat dengar pendapat dengan Komite Militer di Kongres AS, Mattis khawatir perang akan terjadi di luar kontrol. Menurutnya, hal itulah yang menjadi perhatian utamanya saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Mattis juga tampak membenarkan adanya penundaan serangan ke Suriah. Namun ia berjanji akan berkomunikasi dengan Kongres AS sebelum melancarkan serangan.

Masih menurut Mattis, pihaknya saat ini masih mempelajari skenario dalam tindakan militer ke Suriah. Selain itu, ia juga mempelajari antisipasi agar perang tetap dalam kontrol.

Terkait tudingan penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah, Mattis mengaku belum ada bukti konkret hingga saat ini. Tim di lapangan, imbuh Mattis, terus diminta untuk mengumpulkan bukti meski situasinya semakin sulit.

Terkait pertemuan di Gedung Putih, kata Mattis kepada Kongres, bertujuan untuk menyampaikan berbagai opsi yang dapat diambil kepada Presiden Donald Trump.

Sementara itu, Ketua Kongres AS menegaskan tanggung jawab Washington untuk memimpin respon internasional ke Suriah. Presiden Trump, imbuhnya, punya kuasa untuk melakukan itu.

Sedangkan Presiden AS Donald Trump pasca pertemuan di Gedung Putih menyebut belum memutuskan waktu penyerangan ke Suriah. Menurutnya, keputusan itu bisa diambil kapan pun.

Melalui unggahan di akun twitter pribadinya, Trump menyebut rencana serangan ke Suriah belum final. Namun ia menyebut segala kemungkinan masih bisa terjadi.

“Kami belum membicarakan kapan seragan ke Suriah akan dilancarkan,” tulis Trump, seperti dilansir Aljazeera.net, Kamis (12/04/2018). “Serangan bisa saja sangat dekat, atau bisa pula tidak dilakukan sama sekali.”

Dalam unggahan yang sama, Trump mengklaim pemerintahannya telah melakukan hal besar yaitu memberantas ISIS dari kawasan. Ia pun mempertanyakan sepinya apresiasi terhadap hal itu.

“Bagaimanapun, AS di bawah pemerintahanku telah melakukan hal besar yaitu membersihkan Kawasan dari ISIS. Mana terima kasih untuk AS?” imbuh Trump. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization