Home / Berita / Internasional / Asia / Rusia Kecam Keberadaan AS di Timur Eufrat Suriah

Rusia Kecam Keberadaan AS di Timur Eufrat Suriah

Menlu Rusia, Sergey Lavrov. (Yenisafak)

dakwatuna.com – Moskow. Dikutip dari Yenisafak Arabic, Menteri Luar Negeri Rusia mengecam keras keberadaan Amerika Serikat di sisi timur Sungai Eufrat, Suriah, Kamis (03/05/2018).

“Amerika Serikat terus berada aktif di sisi timur Sungai Eufrat, Suriah,” kata Sergey Lavrov. “Amerika terus berusaha memecah belah Suriah.”

Kecaman Lavrov kepada Amerika terkait upaya memecah Suriah juga ia sampaikan saat wawancara dengan Majalah Itali, ‘Panorama’.

Ia mengatakan, “Meskipun Menlu AS dan Gedung Putih menegaskan bahwa tujuan mereka mengusir teroris, tapi AS sejatinya menetap secara aktif di sisi timur Sungai Eufrat dan berusaha mencerai berai Suriah.”

Menurut Lavrov, pendekatan seperti ini  juga didorong oleh sejumlah sekutu  Amerika Serikat. Dampaknya tidak hanya terbatas pada hubungan Rusia-Amerika saja.

“Sayangnya, kami berulang kali harus menghadapi situasi ini. Ini tidak hanya menyangkut hubungan AS-Rusia, tapi juga isu-isu internasional lainnya, yaitu saat tindakan dan pernyataan Washington tidak sesuai,” tuturnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sekjen PBB Bahas Perdamaian di Yaman dengan Putra Mahkota Saudi