Home / Berita / Internasional / Asia / Saudi Ingin AS Tetap di Suriah, Trump: Bayar Dulu!

Saudi Ingin AS Tetap di Suriah, Trump: Bayar Dulu!

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald  Trump, mengomentari saran Putra Mahkota Saudi yang menyebut pasukan AS hendaknya bertahan di Suriah. Menurut Trump, jika ingin-nya seperti itu, maka Saudi harus membayar.

Saat konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (03/04) kemarin, Trump menyebut kepentingan utama AS di Suriah adalah memberantas ISIS. Jika sudah tercapai, tambahnya, maka pasukan AS akan segera ditarik pulang.

“Kepentingan utama kami dalam hal ini adalah memberantas ISIS. Saat ini kami telah dekat dengan tujuan. Kami akan segera ambil keputusan untuk berkoordinasi dengan pihak lain terkait langkah yang akan diambil selanjutnya,” kata Trump, seperti dilansir Aljazeera.net, Rabu (04/04/2018).

Trump menambahkan, “Aku ingin keluar (dari Suriah, red), aku ingin memulangkan pasukan ke tanah air mereka.”

Bahkan Trump juga menyebut keberadaan AS di Suriah sesuatu yang mahal. Menurutnya, karena itu menanggung kepentingan banyak negara.

Lebih lanjut, Trump juga menyinggung pernyataan Pangeran Muhammad bin Salman yang menyarankan agar pasukan AS tetap di Suriah.

“Saudi sangat memperhatikan betul keputusan kami. Aku katakan pada mereka: Jika kalian ingin kami bertahan (di Suriah, red), maka hendaknya kalian membayar,” lanjut Trump.

Pada Jumat (30/03) lalu Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud menyarankan agar pasukan AS tetap berada di Suriah. Menurutnya, keberadaan AS akan cukup menghalau pengaruh Iran di sana.

Pandangan Berbeda

Berbeda dengan Trump, beberapa pejabat di AS menilai kondisi di Suriah masih sangat rumit. Menurut mereka kepentingan AS di sana belum benar-benar selesai.

“Kami di Suriah untuk memerangi ISIS, dan itu kepentingan kami. Saat ini belum selesai dan masih akan kami bereskan,” kata Brett H. McGurk, Utusan Khusus AS untuk Aliansi Internasional Melawan ISIS.

Dijadwalkan, Trump dalam waktu dekat akan membicarakan perihal penarikan pasukan dari Suriah dengan beberapa pejabat, termasuk Menhan AS, James Mattis. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Netanyahu Rayakan ‘Rekonsiliasi Arab’ dengan Rampas Rumah Palestina dan Tutup Masjidil Aqsha

Organization