Home / Berita / Internasional / Asia / Amerika Serikat Tak Akan Tinggalkan Suriah dalam Keadaan Perang

Amerika Serikat Tak Akan Tinggalkan Suriah dalam Keadaan Perang

Menhan AS, James Mattis. (elmogaz.com)

dakwatuna.com – Washington. Menteri Pertahanan Amerika Serikat menyebut negaranya dan sekutu tidak akan meninggalkan Suriah selama belum terwujud perdamaian.

Menurut James Mattis, AS dan Sekutunya sedang menyongsong kemenangan bersejarah menghadapi ISIS. Ia menambahkan, Suriah tidak akan ditinggalkan begitu saja dalam keadaan perang.

“Kami tidak akan angkat kaki sebelum para diplomat mencapai perdamaian. Anda harus memenangkan pertempuran sekaligus perdamaian,” kata Mattis di Markas Pertahanan AS (Pentagon), seperti dilansir Aljazeera, Selasa (01/05/2018).

Pernyataan Mattis ini menjadi isyarat paling kuat yang menegaskan bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Pertahanan AS juga melihat urgensi keberadaan pasukan di Suriah dalam waktu lama. Hal ini dalam rangka melanjutkan pemberantasan ISIS serta menghadapi pengaruh Iran.

Penarikan pasukan AS dari Suriah pertama kali digaungkan oleh Presiden Donald Trump. Awalnya, Trump ingin hal itu terjadi dalam waktu secepatnya. Namun kemudian berubah pikiran dan menyebut ingin meninggalkan “jejak yang kuat dan permanen di Suriah”. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Hamas: Menhan Israel Mundur, Kemenangan Politik bagi Gaza