Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Sejarah Panjang Kebrutalan Israel Terhadap Jurnalis

Sejarah Panjang Kebrutalan Israel Terhadap Jurnalis

Al-Syahid Yaser Murtaja saat bertugas. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Gaza. Tertembak-nya jurnalis foto Palestina, Yaser Murtaja, menambah panjang catatan kebrutalan pasukan Israel terhadap insan pers. Seperti diwartakan sebelumnya, Yaser tertembak oleh sniper Israel saat meliput ‘Pawai Kepulangan’ di perbatasan Gaza.

Aljazeera.net telah merangkum pelanggaran Israel terhadap insan pers dalam beberapa tahun terakhir, Ahad (08/04/2018).

Pada 28 Oktober 2000, seorang jurnalis bernama Aziz Yusuf gugur saat melakukan peliputan di kota Ramallah, Tepi Barat. Ia ditembak tepat di bagian kepala oleh pasukan penjajah Israel.

Tanggal 31 Juli 2001, dua orang jurnalis atas nama Muhammad al-Bishawi dan Utsman al-Qutani gugur menyusul serangan pasukan penjajah ke Pusat Studi dan Media Palestina di Nablus.

Tahun selanjutnya, 14 Maret 2002, dua orang jurnalis juga gugur di dua tempat berbeda. Mereka adalah Jamil Nawarah yang tertembak di Ramallah, dan Ahmad Nu’man di Batlehem.

Satu tahun berselang, tepatnya 09 April 2003, Fadhil Subhi Shanaa juga mengalami nasib yang sama. Ia ditembak pasukan zionis saat bertugas di Jalur Gaza.

Setelah itu, dua jurukamera bernama Hisam Salamah dan Mahmoud al-Kumi juga gugur. Mereka  gugur pada 20 November 2012 setelah terkena serangan rudal Israel yang menyasar TV al-Aqsha di Gaza.

Sedangkan pada 30 Juli 2014, kejadian serupa juga terjadi di Gaza. Kali ini tiga orang jurukamera menjadi korbannya. Mereka adalah Muhammad al-Diri, Rami Ryan dan Sameh el-Erian, yang gugur dalam serangan di Shejaiya.

Kurang dari satu bulan setelahnya, jurnalis Abdullah Fadhil Murtaja juga menyusul mereka berdua dari tempat yang sama. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization