Home / Berita / Internasional / Asia / ‘Pawai Kepulangan Palestina’, Berikut Tujuh Tujuannya

‘Pawai Kepulangan Palestina’, Berikut Tujuh Tujuannya

Pawai Kepulangan disebut akan mengganggu Deal of the Century. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Gaza. Pawai Kepulangan yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina, mengundang perhatian dari masyarakat luas. Semua pihak saling bertanya terkait tujuan di balik pawai yang dimulai bebarengan dengan Hari Bumi Palestina 30 Maret lalu tersebut.

Dilansir Aljazeera.net, Sabtu (07/04/2018), Jurnalis Senior Israel Yoni Ben-Menachem menyebut setidaknya ada tujuh tujuan dari pawai yang memakan banyak korban akibat tindakan represif pasukan zionis itu.

“Rakyat Paletina berusaha merancang cara baru dan energik untuk perlawanan dalam bentuk lain,” kata Ben-Menachem.

Strateginya, tambah Ben-Menachem, adalah untuk memanaskan perbatasan agar Kesepakatan Abad Ini (Deal of the Century) batal. “Selain juga mengganggu upaya normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel,” imbuhnya lagi.

Pawai Kepulangan telah berlangsun selama dua pekan berturut-turut. Peristiwa ini menjadi perhatian khusus media dan pengamat keamanan dunia, termasuk Israel.

Di sisi lain, Israel juga tampak mengalami dilema akibat gelombang protes dari pihak Palestina yang semakin kencang. Padahal segala tindak kekerasan yang berdarah-darah telah dilakukan, namun tidak menyurutkan semangat rakyat Palestina.

Ben-Menachem yang diwawancarai chanel ‘Israel Ten’ menyebutkan, rakyat Palestina mendapat keberhasilan kumulatif selama demonstrasi 30 Maret lalu. Hal ini menjadi dorongan semangat bagi mereka untuk terus berjuang sampai peringatan Hari Nakbah pada Mei mendatang.

“Rakyat Palestina hari ini saling mempelajari terkait bentuk protes pasca Hari Nakbah mendatang. Tapi ada konsensus di antara mereka bahwa strategi ini berhasil,” lanjut Ben-Menachem.

(Aljazeera.net)

Masih menurut Ben-Menachem, strategi pawai ini menjadi strategi baru dalam melakukan perlawanan. Perlawanan hari ini lebih kepada aksi damai. “Dengan demikian, faksi-faksi perlawanan Palestina mengenakan pakaian baru yaitu revolusi rakyat,” jelasnya.

Terkait tujuan dari Pawai itu sendiri, Ben-Menachem menyebut setidaknya terdapat tujuh tujuan. Secara ringkas ia menyebutkan:

1. Permasalahan Palestina dan isu kepulangan pengungsi Palestina kembali menjadi agenda baik regional maupun internasional.

2. Mempermalukan Israel di hadapan dunia internasional. Rakyat Palestina berhasil mengungkap wajah asli pasukan zionis melalui serangan dan tembakannya yang mengenai 1400 rakyat dalam satu hari.

3. Mengangkat kembali isu blokade Gaza dan krisis kemanusiaan di dalamnya.

4. Menambah rintangan bagi Deal of the Century yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump.

5. Menjadikan perbatasan timur, selatan dan utara Gaza sebagai titik gesekan antara Palestina dan pasukan zionis.

6. Mengembalikan peran rakyat dalam konflik.

7. Mencegah Otoritas Palestina menambah sanksi baru kepada Jalur Gaza.

Ben-Menachem melanjutkan, apabila pesan rakyat Palestina ini sampaik kepada DK PBB, maka secara jelas itu akan mengganggu normalisasi hubungan Arab-Israel. Selain juga memindahkan isu Palestina dari skala regional menjadi skala internasional. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rekonsiliasi Tidak Gratis, Israel Jamin Keamanan Arab Terhadap Ancaman Iran

Organization