Home / Berita / Internasional / Asia / Ahed Tamimi di Pengadilan Zionis: Tak Ada Keadilan di Bawah Penjajah Israel

Ahed Tamimi di Pengadilan Zionis: Tak Ada Keadilan di Bawah Penjajah Israel

Ahed Tamim, simbol generasi perlawanan di Palestina. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Tel Aviv. Pengadilan militer zionis Israel akhirnya menjatuhkan vonis kepada Ahed Tamimi, gadis Palestina, Rabu (21/03/2018) sore waktu setempat.

Disebutkan, Ahed dijatuhi hukuman selama delapan bulan. Hal ini setelah adanya banding yang meringankan Ahed atas tuduhan menampar dan menendang dua prajurit zionis.

Dilansir dari Aljazeera.net, Kamis (22/03), Ahed mengakui beberapa tuduhan yang layangkan kepadanya, di antaranya menyerang prajurit dan penghasutan. Sebelum diubah, dakwaan pada Ahed ada 12 poin yang berpotensi hukuman untuk beberapa tahun lamanya.

Hukuman tersebut juga termasuk pada tiga bulan waktu tahanan Ahed selama proses penyelidikan. Sehingga, Ahed akan keluar penjara pada akhir musim panas ini.

Selain itu, ada penyelesaian lain terkait orang tua Ahed, Nariman Tamimi. Nariman dijatuhi hukuman penjara selama delapan bulan dengan penangguhan lima tahun. Orang tua Ahed ini juga dihukum dengan tuduhan yang sama dengan putrinya.

Saat persidangan berlangsung, Ahed mengatakan bahwa tidak ada keadilan di bawah penjajahan Israel. Ia juga menyebut pengadilan militer itu ilegal.

Ahed Tamimi, ditangkap pada pertengahan Desember 2017 lalu. Hal ini setelah tersebarnya sebuah video yang menunjukkan ia dan orang tuanya tengah melawan prajurit zionis.

Keberanian Ahed baik perkataan maupun ucapan, menjadikannya simbol baru bagi generasi perlawanan di Palestina. Sementara itu zionis Israel menganggapnya sebagai ancaman berbahaya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rekonsiliasi Tidak Gratis, Israel Jamin Keamanan Arab Terhadap Ancaman Iran

Organization