Home / Berita / Internasional / Asia / Foreign Policy: Iran Bermain Api di Suriah

Foreign Policy: Iran Bermain Api di Suriah

Pesawat Tempur Israel jatuh dirudal di Suriah. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Majalah politik dunia, Foreign Policy, mengangkat pengamatan dua pemangat Israel terkait peranan Iran di Suriah. Disebutkan, keduanya sepakat bahwa Iran tengah bermain api dengan keyakinan mereka yang beranggapan mampu mengubah aturan main di Suriah.

Dilansir Aljazeera.net, Rabu (14/02/2018), kedua pengamat itu adalah Amos Yadlin dan Ari Heistein. Keduanya berpandangan, jatuhnya pesawat F-16 milik Israel akibat rudal dari militer Suriah, tidak serta merta mengubah keseimbangan strategis di Timur Tengah.

Lebih lanjut dikatakan, Iran berupaya merumuskan kembali aturan main di Suriah dengan mengendalikan Israel di sana. Dijelaskan, baku tembak yang terjadi di perbatasan utara Israel awal pekan ini, masuk ke dalam salah satu indikator dalam hal tersebut.

Dapat dikatakan, kejadian penembakan terhadap pesawat Israel belum pernah terjadi selama tiga dekade terakhir. Maka tidak mengherankan jika para pengamat berpandangan bahwa perseteruan di Kawasan memasuki tahapan baru.

Bahkan, Sekjen Kemanan Nasional Iran menyebutkan, masa perang gerilya telah berlalu. Namun, salah satu situs berita Israel beranggapan, peristiwa tersebut hanya tanda akan apa yang terjadi di sepanjang front utara Israel.

Menanggapi hal ini, baik Yadlin maupun Heistein menilai kedua pihak sama-sama benar. Jatuhnya pesawat Israel, tambah mereka, tidak seharusnya dibesar-besarkan. Karena peristiwa itu bukan jaminan yang akan mengubah keseimbangan strategis di Timur Tengah.

Namun setidaknya, tambah Yadlin dan Heistein, pernyataan pejabat Iran itu mampu meredakan serangan Israel. Bahkan Rusia dalam pernyataannya mendesak semua pihak agar menahan diri. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kantor Kedutaan AS di Ankara Ditembak Orang Tak Dikenal