Home / Berita / Internasional / Asia / Pesawat Tempur Israel Jatuh Dirudal, Timbulkan Atmosfer Perang Baru di Timur Tengah

Pesawat Tempur Israel Jatuh Dirudal, Timbulkan Atmosfer Perang Baru di Timur Tengah

Pesawat Tempur Israel jatuh dirudal di Suriah. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, pihaknya mengikuti dengan saksama eskalasi di Suriah, dan menyeru semua pihak untuk menahan diri. Seperti diketahui, pesawat tempur Israel jenis F-16 jatuh di rudal saat melakukan serangan di Suriah kemarin, Sabtu (10/02).

Juru bicara sekretaris jenderal (Jubir Sekjen) PBB, Stéphane Dujarric menyampaikan, Israel sangat memperhatikan situasi berbahaya di perbatasan Suriah. Eskalasi ini, tambahnya, terjadi saat rakyat Suriah menghadapi kekerasan akibat perang saudara yang telah berlangsung selama tujuh tahun tersebut.

Dilansir Aljazeera.net, Ahad (11/02/2018), Dujjaric menyebutkan, Sekjen PBB Antonio Guterres menganggap semua pihak di Suriah harus bertanggung jawab. Para pihak itu juga diminta untuk menaati hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.

Pada waktu bersamaan, Duta Israel di PBB mengutuk keras tindakan berbahaya Iran. Ia juga menyeru agar Teheran segera menghentikan tindakan provokatifnya.

Sedangkan para diplomat di DK PBB menyatakan, sejauh ini belum ada rencana untuk menggelar sidang mengenai situasi terkini di Suriah. Sidang DK sendiri rencananya baru akan digelar Rabu (14/02) mendatang.

Sementara itu, Angkatan Udara Israel segera menanggapi jatuhnya pesawat tempur mereka. Disebutkan, serangan yang dilakukan pada Sabtu (10/02) kemarin merupakan yang paling luas dan efektif melawan pertahanan Suriah sejak 1982.

Tel Aviv menambahkan, pesawat tempurnya berhasil menyerang sekitar 20 titik militer di Suriah. Di antaranya menyasar pangkalan militer Suriah dan Iran di dekat Damaskus.

Sesaat kemudian, sumber di keamanan Suriah segera menanggapi pernyataan Israel tersebut. Dikatakan, Angkatan Udara Suriah berhasil menggagalkan serangan Israel di beberapa wilayah di selatan.

Disebutkan, serangan Israel ke Suriah dipicu oleh ancaman pesawat tanpa awak Iran yang memasuki wilayah Israel. Sementara Teheran menyebutkan, jatuhnya pesawat tempur Israel adalah tindakan militernya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pengangguran Menghantui Arab Saudi