Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Rebut Aleppo, Assad Hukum Mati Rakyat yang Tidak Mendukungnya

Rebut Aleppo, Assad Hukum Mati Rakyat yang Tidak Mendukungnya

Warga Suriah yang mengungsi karena perang (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Suriah. Tentara Bashar al-Assad dan para milisi bersenjata pendukungnya menghukum mati 79 orang warga Suriah setelah merebut perkampungan Firdaus, Shalihin, Bustan al-Qasar di Aleppo.

Sebagaimana diberitakan Aljazeera (13/12/2016), aksi tidak berperikemanusiaan itu dilakukan pendukung Assad di tengah serangan udara yang juga gencar dilakukan kekuatan Rusia dan militer Assad ke berbagai-bagai titik di Aleppo yang menyebabkan jatuhnya puluhan korban tewas dan terluka.

Tentara Assad dilaporkan berhasil menduduki sepenuhnya kota lama di Aleppo Timur yang dapat dikatakan 95% dari wilayah Aleppo keseluruhan.

Saluran TV Sham menyebutkan bahwa militer Assad dan milisi-milisi pendukungnya berhasil menduduki desa Sheikh Sa’id, Bab Maqam, Klasah, Bustan Qasar, Shalihin, dan Firdaus sepenuhnya. Selain itu menduduki sebagian Anshary Timur, Zabadiah, Iza’ah, Shalahuddin, ‘Amiriyah, dan Saidul Daulah.

Para aktivis kemanusiaan mengungkapkan bahwa tentara Assad secara berulang kali melepaskan serangan darat dan udara ke arah desa-desa yang terisolasi sehingga menyebabkan jatuh korban-korban yang belum dapat diselamatkan dan dievakuasi.

Para aktivis mencoba menyebarkan foto-foto kerusakan yang ditimbulkan serangan itu, sementara sebaliknya TV dan media pendukung Assad menyebutkan penduduk Aleppo bergembira karena terbebas dari cengkeraman kelompok-kelompok teroris.

Dari dalam Aleppo, aktivis media Sirajuddin Umar mengabarkan kepada Aljazeera menyebutkan bahwa serangan-serangan yang dilakukan Assad telah menyebabkan tewasnya ratusan penduduk sipil. Umar menyatakan pesimis dapat menyelamatkan penduduk Aleppo dari konflik yang berkecamuk saat ini. (rem/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization