Home / Berita / Internasional / Qatar Siap Hadapi Pergerakan Militer Negara-negara Pemboikot

Qatar Siap Hadapi Pergerakan Militer Negara-negara Pemboikot

Menteri Luar Negeri Qatar. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Doha. Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Syaikh Muhammad bin Abdulrahman Al Tsani mengungkapkan, negaranya siap jika harus menghadapi pergerakan militer dari negara-negara pemboikot. Dilansir dari Alkhaleejonline.net, Senin (20/11/2017), saat diwawancarai kantor berita Bloomberg Amerika tersebut, dirinya tidak menampik kemungkinan Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir, akan melakukan serangan militer ke Doha.

“Meskipun Qatar tidak mengharapkan hal itu (pergerakan militer, red), tapi kami sangat siap. Qatar sangat mungkin meminta para sekutu untuk membelanya, seperti Prancis, Turki, Inggris dan Amerika Serikat,” lanjutnya.

Menlu menambahkan, “Kami mempunyai cukup sekutu untuk mencegah mereka (pemboikot, red) untuk mengambil langkah ini, yang pasti akan mempengaruhi pangkalan militer AS.”

Lebih lanjut Menlu menjelaskan, pemboikotan sangat berpengaruh pada upaya koalisi internasional pimpinan AS dalam memerangi ISIS di Irak dan Suriah. Disebutkannya, pesawat angkut ‘C-17’ milik Qatar, merupakan pesawat utama yang menyuplai logistik bagi sekutu koalisi seperti Yordania dan Turki.

Seperti diketahui, AS memiliki pangkalan militer di Qatar. Pangkalan yang berisi sekitar 11 ribu pasukan itu terletak di 20 mil sebelah barat Doha.

Pangkalan tersebut merupakan yang terpenting di Teluk. Selain juga merupakan markas besar Komando Angkatan Udara AS.

Selain itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah berjanji akan terus memberi dukungan militer pada Qatar. Turki juga memiliki pangkalan militer Al-Rayyan, yang menampung sekitar tiga ribu pasukan.

Sebelumnya, Menhan Qatar Khalid al-Attiyah mengungkapkan, ada niat dari para pemboikot untuk mengubah sistem di Qatar melalui intervensi militer. “Setelah perselisihan dengan Raja Abdullah selesai, ia pun menarik pasukan yang sudah dimobilisasi di perbatasan Qatar. Ini bukti nyata, dan aku menjadi saksi,” katanya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Alkhaleej Online

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Dubes Qatar untuk Turki: Kunjungan Erdogan ke Qatar Sangat Penting