Home / Berita / Internasional / Pembangunan Nasional Terus Berlanjut, Emir: Negara Pemboikot Gagal Halang-halangi Qatar

Pembangunan Nasional Terus Berlanjut, Emir: Negara Pemboikot Gagal Halang-halangi Qatar

Emir Negara Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani saat membuka Sidang Dewan Syuro negara. (Aljzeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Emir Negara Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani menegaskan, negaranya menjalankan politik menahan diri dan melakukan sublimasi dalam menghadapi kampanye pemboikotan Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir. Menurutnya, pendekatan tersebut justru menjadikan Qatar sangat dihormati dunia.

Dilansir dari Aljazeera.net, hal itu disampaikan Emir saat membuka Sidang ke-46 Dewan Syura Qatar, Selasa (14/11/2017). Pada kesempatan tersebut, ia juga menyinggung program pembangunan yang terus berlangsung. Menurutnya, para pemboikot tak akan pernah berhasil menghalang-halangi Qatar.

Emir juga membahas tudingan bahwa Qatar mendukung dan mendanai terorisme. Terkait itu, ia menegaskan, masyarakat internasional tak akan terkecoh dengan hal itu. Disebutkan, Qatar selalu terdaftar dalam perang melawan terorisme yang terdokumentasi dan diketahui semua orang.

Lebih lanjut, Emir juga menyebut negaranya anggota dari setiap kesepakatan pemberantasan terorisme. Menurutnya, semua pihak termasuk para pemboikot sangat tahu bahwa antara Qatar dan terorisme tidak ada hubungan sama sekali.

Emir menambahkan, pihaknya sangat terbuka untuk perundingan atas dasar saling menghormati kedaulatan masing-masing. “Indikator yang sampai pada kami menunjukkan bahwa para pemboikot tak ingin menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Selain itu, Emir juga menyebut masyarakat yang produktif, ketercukupan bahan makanan, obat-obatan, keamanan, penguatan hubungan bilateral dengan negara lain “merupakan tugas yang harus diimplementasikan, dan tak dapat ditunda.”

Negara-negara pemboikot, lanjutnya, berkeinginan menggeser Qatar dari setiap tempat, dengan tujuan untuk menghalang-halangi kebijakan dalam dan luar negerinya.

Emir juga mengumumkan, program pembangunan nasional akan terus berlanjut meski para pemboikot berupaya menghalanginya. “Mereka (pemboikot, red) memberi tekanan pada negara lain, sampai-sampai menyebar rumor dan rekayasa serta berusaha mati-matian menghalangi Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022,” lanjutnya.

Terkait menjaga tren ekonomi, Emir menekankan bahwa negaranya telah mengambil langkah-langkah brilian yang diperlukan. Doha, katanya, berhasil dalam mempertahankan daya beli masyarakat dan meningkatkan produksi dalam negeri. Menurutnya, langkah para pemboikot untuk melemahkan laju ekonomi Qatar sangat salah.

Emir Qatar juga banyak menyoroti permasalahan-permasalahan baik regional maupun internasional. Tak lupa ia menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Palestina atas keberhasilan untuk bersatu, serta mendukug persatuan tanah Irak. Ia juga berharap masyarakat internasional lebih keras lagi dalam berusaha mengakhiri krisis di Suriah.

Emir juga menyampaikan dukungan pada pemerintah rekonsiliasi Libya, memdukung PBB untuk mengakhiri krisis Yaman, dan mendesak rezim Myanmar untuk mengakhiri kekerasan pada muslim Rohingya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljzeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Syaikh Tamim: Qatar Semakin Kuat Pasca Pemboikotan