Home / Berita / Internasional / Di Sidang Umum PBB, Qatar Bantah Tudingan Arab Saudi dan Bahrain Terkait Terorisme

Di Sidang Umum PBB, Qatar Bantah Tudingan Arab Saudi dan Bahrain Terkait Terorisme

Delegasi Qatar di Sidang Umum PBB. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – New York. Delegasi Qatar di Sidang Umum PBB, membantah tudingan Arab Saudi dan Bahrain terkait dukungan pada terorisme. Delegasi menyebutkan, terkait pemberantasan teroris, negaranya lebih unggul dibanding kedua negara. Bahkan, mereka menyebut tudingan itu sebagai bentuk keputusasaan dua negara tersebut.

Dilansir dari Aljazeera.net, Ahad (24/09/2017), bantahan itu dibacakan oleh salah satu delegasi Qatar, Talal Rashid Al Khalifa. Pihaknya mengaku terkejut dengan tudingan Arab Saudi dan Bahrain bahwa Qatar mendukung terorisme.

Al Khalifa menyebutkan, rekam jejak Qatar jauh lebih unggul dibanding negara-negara yang menuduhnya melakukan terorisme. Segala tudingan tentang keterkaitan Qatar dengan terorisme adalah tidak valid dan tidak mendasar. Tambahnya, itu merupakan bagian dari kampanye membiaskan negara Qatar.

Kampanye itu, lanjutnya, berawal dari peretasan terhadap situs kantor berita Qatar (QNA). Diketahui, peretasan itu yang menyebabkan beberapa negara mengambil tindakan melawan Qatar. Hingga mengeksploitasi platform keagamaan untuk melegitimasi pemboikotan yang tidak adil dan legal, katanya lagi.

Delegasi Qatar menambahkan, negaranya tidak pernah absen dalam mendukung kampanye internasional dalam memberantas teroris. Qatar juga menjadi pilar utama dalam setiap koalisi yang bertujuan memberantas terorisme. Seperti di antaranya Koalisi Internasional melawan ISIS, dan Forum Internasional melawan terorisme.

Lebih lanjut disebutkan, Qatar tidak cukup dengan hanya turut serta dalam KTT Riyadh antara negara-negara Islam dengan AS. Bahkan Qatar merupakan negara pertama yang menandatangani nota kesepahaman dengan AS terkait pemberantasan teroris dan pendanaannya. Mereka juga menyeru negara-negara penuding Qatar untuk menandatangani nota yang sama.

Pada kesempatan itu, delegasi juga menyebut negaranya berupaya menerapkan secara utuh setiap resolusi legitimasi internasional dari Dewan Keamanan (DK PBB).

Terkait  tudingan negara-negara pemboikotnya, delegasi menyebut mereka telah mengalami keputusasaan. Tudingan Arab Saudi dan Bahrain, lanjutnya, juga bagian dari keputusasaan itu. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Menhan Negara Anggota Koalisi Islam Anti-teror Gelar Pertemuan di Riyadh