Home / Berita / Internasional / Rex Tillerson: Washington Masih Bersedia untuk Negosiasi dengan Pyongyang

Rex Tillerson: Washington Masih Bersedia untuk Negosiasi dengan Pyongyang

Menlu AS, Rex Tillerson. (bbc.com/arabic)

dakwatuna.com – Washington. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS), Rex Tillerson, mengatakan bahwa negaranya masih bersedia untuk negosiasi dengan Pyongyang, Selasa (15/08/2017).

Namun, dirinya menyebut waktu negosiasi tergantung pada Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Sebelumnya, para pejabat AS mendesak Pyongyang untuk mengakui kesediaannya menghentikan program nuklir.

Saat ditanya terkait keputusan Pyongyang yang akan menyerang pulau Guam, Tillerson menyebut dirinya belum bisa berkomentar saat ini. “Aku belum memiliki respon apapun untuk saat ini. Namun kami masih mengupayakan penyelesaian masalah dengan dialog. Tapi semua tergantung padanya (Kim, red),” lanjutnya.

Sebelumnya, para pimpinan militer Korut telah diberi pengarahan oleh Presiden Kim terkait rencana penyerangan wilayah Pulau Guam. Seperti diwartakan, terdapat dua pangkalan militer AS di pulau tersebut.

Kantor berita Korut (KCNA) menyebutkan, Presiden Kim akan terus memantau AS untuk beberapa waktu sebelum melakukan serangan. (whc/dakwatuna)

Sumber: BBC Arabic

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Trump dan Kim; Saling Hina, Berjabat Tangan, Lalu Apa?