Home / Berita / Internasional / Asia / Iran Disebut Masih Jadi Ancaman Utama Amerika Serikat

Iran Disebut Masih Jadi Ancaman Utama Amerika Serikat

Menhan AS Patrick Shanahan. (Politico)
dakwatuna.com – Washington. Militer Iran dan kemampuan rudal balistiknya disebut masih menjadi ancaman utama bagi Amerika Serikat (AS). Selain Iran, Korea Utara (Korut) juga berada dalam posisi yang sama meski upaya perdamaian masih dilakukan.

Tak hanya menjadi ancaman, Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan bahkan menyebut kedua negara itu berperan penting bagi strategi pertahanan dan pengembangan teknologi persenjataan negaranya.

“Sementara kita sedang mengupayakan perdamaian di Semenanjung Korea, rudal Korut tetap menjadi perhatian. Demikian pula dengan Iran,” kata Shanahan seperti dikutip dari Sputnik News, Jumat (18/01/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menlu AS Bidang Kebijakan Pertahanan John Rood. Menurutnya, rudal-rudal jarak jauh milik Korut mampu mencapai wilayah AS.

Hal itu, sebagaimana yang sering digemborkan oleh Pemimpin Korut Kim Jong-un, ketika belum ada pembahasan damai dengan AS.

Namun begitu, ia menyebut kemampuan pertahanan AS masih mampu menahan ancaman Korut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Netanyahu Rayakan ‘Rekonsiliasi Arab’ dengan Rampas Rumah Palestina dan Tutup Masjidil Aqsha

Organization