Home / Berita / Internasional / Asia / Qatar: Pemulihan Saling Percaya Negara-negara Teluk Butuh Waktu Lama

Qatar: Pemulihan Saling Percaya Negara-negara Teluk Butuh Waktu Lama

Menteri Luar Negeri Qatar. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Doha. Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Syeikh Muhammad bin Abdulrahman Al Tsani angkat bicara soal kemungkinan pulihnya hubungan antar negara-negara Teluk. Menurutnya, pemulihan akan memerlukan waktu yang lama akibat krisis yang melanda sejak dua bulan terakhir.

Syeikh Muhammad melanjutkan, Selasa (15/08/2017), kawasan Teluk saat  ini “hidup dalam instabilitas akibat krisis yang tidak mendasar.” Ia juga kembali menuntut negara-negara pemboikot Qatar untuk menunjukkan bukti atas tuduhan mereka.

Terkait dampak krisis terhadap Dewan Kerjasama Teluk, Menlu Qatar menjelaskan, negaranya masih anggota aktif organisasi itu. “Kami masih menganggap organisasi itu sangat penting bagi kami semua di Teluk,” tambahnya.

Ia menyebutkan, Dewan Kerjasama berkepentingan untuk keamanan strategis dan membangun kepercayaan. “Namun yang disayangkan, hal itu harus terhambat akibat krisis,” lanjutnya lagi.

Dalam pernyataannya itu, Menlu Qatar juga menyatakan bahwa pemulihan kepercayaan antar negara Teluk memerlukan waktu yang lama.

Ia mengatakan, “Kawasan Teluk yang merupakan kawasan paling stabil di dunia Arab saat ini berada dalam instabilitas akibat krisis yang tidak mendasar.”

“Tindakan mereka (pemboikot, red) telah berjalan selama 72 hari. Namun mereka belum juga memberikan kami bukti apapun,” katanya lagi. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı Arabic

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Begini Komentar Menlu Qatar Soal Ancaman Arab Saudi

Organization