Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Terungkap, Ini Isi Dokumen Tuntutan yang Harus Dipenuhi Qatar

Terungkap, Ini Isi Dokumen Tuntutan yang Harus Dipenuhi Qatar

Ilustrasi. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Pasca satu bulan dari pemutusan hubungan dan pemboikotan Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir terhadap Qatar, dokumen tuntutan yang harus dipenuhi Qatar pun akhirnya disampaikan oleh Kuwait, Jumat (23/06/2017).

Reuters melaporkan, dokumen tuntutan tersebut mencakup beberapa poin yang harus dipenuhi oleh Qatar. Di antaranya, memutus hubungan diplomatik dan ekonomi perdagangan dengan Iran. Poin ini diharapkan agar sejalan dengan sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan dunia internasional kepada Iran, dan sejalan dengan fokus Dewan Kerjasama Teluk.

Selain itu, Qatar juga dituntut untuk  memutus kerjasama militer dan intelijen dengan Iran, dan mengusir unsur-unsur yang berkaitan dengan Garda Revolusi Iran dari wilayah Qatar.

Lebih dari itu, dokumen tuntutan negara-negara pemboikot juga mengharuskan Qatar untuk segera menutup perwakilan militer Turki dan menghentikan seluruh kerjasama militer yang terjalin dengan Turki.

Dokumen menuntut Qatar untuk memutus hubungan dengan organisasi dan pihak-pihak yang disebut sebagai teroris. Bahkan, Qatar juga diharuskan untuk menyerahkan unsur-unsur terorisme kepada negara-negara pemboikot.

Terkait Al Jazeera Network, Qatar juga diharuskan untuk segera menutupnya beserta seluruh channel yang terkait dengannya. Media-media yang didukung oleh pemerintah Qatar juga harus ditutup.

Qatar juga dituntut untuk tidak turut campur urusan dalam negeri dan kebijakan luar negeri negara-negara tersebut, melarang nasionalisasi warga negara pemboikot, serta membayar setiap kerugian yang ditimbulkan oleh kebijakan Qatar kepada negara-negara itu.

Selain itu, Qatar juga diharuskan untuk selalu sejalan dengan negara-negara teluk dan Arab di setiap tingkatan.

Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa Qatar harus memenuhi semua tuntutan yang ada dalam waktu 10 hari sejak disampaikan. Jika tidak, tuntutan akan dianggap batal. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera.net

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Laporan PBB: Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab Atas Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

Figure
Organization