Home / Berita / Internasional / Asia / Turki, Upaya Tiada Henti Untuk Selesaikan Krisis Teluk

Turki, Upaya Tiada Henti Untuk Selesaikan Krisis Teluk

Menlu Turki saat bertemu dengan Raja Salman di Makkah al-Mukarramah. (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Perjalanan yang melelahkan telah ditempuh oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Mevlut Covusoglu, yang mencakup tiga negara, Qatar, Kuwait dan Arab Saudi. Perjalanan ini seakan menjadi bukti atas upaya tiada henti yang dilakukan oleh Turki dalam rangka menyelesaikan krisis diplomatik di antara Negara-negara Teluk.

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan yang beragam, perjalanan yang ditempuh Mevlut adalah bukti kesungguhan Turki dalam upaya menyelesaikan keretakan di Teluk.

Secara berulang, Mevlut senantiasa menegaskan bahwa sikap negaranya itu tidak bermaksud untuk mendukung salah satu pihak yang bersengketa.

Akhir dari perjalanan itu digelar pada Jumat (16/06/2017) kemarin saat mengunjungi Kerajaan Arab Saudi. Pada kesempatan tersebut, Menlu Turki itu bertemu dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, di Makah al-Mukarramah untuk membahas penyelesaian krisis.

Pasca bertemu dengan Raja Arab, Mevlut dalam pernyataan persnya mengatakan, dirinya bersama Raja Salman fokus membahas krisis Teluk Qatar. Peran dan kepemimpinan Arab Saudi, sangat penting dalam menyelesaikan krisis, lanjutnya.

“Selama pertemuan, kami menegaskan pandangan Turki untuk menyelesaikan krisis dalam waktu dekat. Kami juga menegaskan peran penting Raja Salman, dan kepemimpinannya dalam menyelesaikan krisis,” ungkap Mevlut.

Mevlut menambahkan, “Kami juga menekankan pentingnya mengurangi situasi seperti saat ini.”

Dalam pertemuan tersebut, Mevlut juga menyampaikan pesan dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kepada Raja Salman. Dalam pesan tersebut, tambah Mevlut, Presiden Erdogan meminta penyelesaian krisis agar sepadan dengan kedudukan Raja Salman. Selain itu juga ada penegasan bahwa Turki bersedia untuk berkontribusi dalam upaya penyelesaian.

Mevlut mengatakan, “Ini adalah pertemuan penting, di mana aku dapat menyampaikan visi dan pemikiran secara jelas.”

“Kami sebagai bangsa Turki, tidak hanya menjalin komunikasi dengan pemimpin Negara-negara Islam saja. Melainkan juga dengan negara-negara lain dari Eropa. Mereka juga menghubungi kami tentang bagaimana cara untuk menyelesaikan krisis ini. Dalam hal ini, Presiden Erdogan terakhir juga menjalin komunikasi dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron,” tambahnya.

“Turki melihat pentingnya penyelesaian krisis secepat mungkin. Ada berbagai tuduhan dan dugaan terhadap Qatar (mendukung terorisme, red.). Semua itu harus disertai dengan bukti dokumen. Qatar menginginkan hal itu, Kuwait sebagai mediator menginginkan hal itu, dan kami pun juga demikian,” tegas Mevlut.

Lebih lanjut, Mevlut juga menyebut, pihak terkait (Arab Saudi, Bahrain dan Mesir) yang melontarkan tudingan kepada Qatar, “Belum menyampaikan dokumen dan bukti atas tudingannya.”

“Apa yang terjadi dari ketegangan ini, tidak menguntungkan siapapun. Terlebih ini terjadi di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Maka wajib untuk menyelesaikan krisis ini, dan mengakhiri ketegangan di 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan ini. Begitu juga untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dirugikan dari krisis ini.”

“Kita semua akan memasuki hari raya, sebagaimana hari raya yang sesungguhnya. Untuk itu kami mengintensifkan upaya kami. Kami telah mendengar dari Qatar, dan menukil pandangan mereka. Kami juga sampaikan kepada mereka tentang apa yang dapat kami lakukan untuk berkontribusi,” tambahnya lagi. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
William Ciputra
Alumni Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta

Lihat Juga

Pekan Depan, Erdogan Gelar Kunjungan ke Negara-negara Teluk

Organization