Home / Berita / Internasional / Asia / Begini Komentar Menlu Qatar Soal Ancaman Arab Saudi

Begini Komentar Menlu Qatar Soal Ancaman Arab Saudi

Menlu Qatar. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Doha. Menteri Luar Negeri Qatar angkat bicara soal ancaman yang dilontarkan oleh Arab Saudi baru-baru ini. Dalam sebuah wawancara ekslusif, ia juga menyebut pembelian senjata apapun merupakan keputusan berdaulat setiap negara.

“Pembelian sistem rudal S-400 Rusia atau sistem pertahanan dan militer lainnya, merupakan keputusan berdaulat. Tidak ada hubungan dengan Arab Saudi atau negara lain,” kata Menlu Qatar Syaikh Muhammad bin Abdulrahman Al Tsani, Selasa (05/06).

Seperti diwartakan sebelumnya, surat kabar Prancis menyebut surat yang diterima Presiden Emmanuel Macron dari Raja Arab Saudi. Dalam surat tersebut, Raja Saudi mengungkapkan keresahannya atas rencana pembelian sistem S-400 oleh Qatar.

Bahkan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud juga menyebut siap melakukan apapun untuk mencegah pembelian itu terjadi. Termasuk opsi serangan militer ke Qatar. Surat kabar Prancis yang lain juga menyebut bahwa surat serupa dikirim pula ke pemimpin di Inggris dan Amerika Serikat.

Menanggapi hal itu, Menlu Qatar mengaku tengah menunggu respon Paris. Namun ia juuga menyebut surat Saudi itu melanggar hukum.

Lebih lanjut Syaikh Muhammad mengatakan surat Saudi itu melanggar kesepakatan di Dewan Kerja Sama Teluk. Disebutkan bahwa sesama anggota Dewan harus saling menjaga dan tidak boleh saling serang.

Terlebih sistem yang akan dibeli Qatar merupakan sistem pertahanan, bukan serangan. “Bagaimana itu disebut akan merongrong stabilitas kawasan?” imbuhnya.

“Qatar adalah negara kecil yang dikaruniai Allah sumber keuangan. Kewajiban kami adalah menjaga negara, rakyat dan sumber daya milik rakyat. Sistem persenjataan yang akan kami beli adalah sistem pertahanan,” pungkasnya.

Awal tahun lalu, Dubes Qatar di Rusia Fahd bin Muhammad al-Attiyah mengatakan kemungkinan pembelian sistem pertahanan rudal Rusia. Bahkan ia menyebut sistem tersebut yang paling modern di dunia saat ini.

Menurut Fahd, pembicaraan negara dengan Rusia terkait pembelian itu dalam tahap lanjutan.

Satu bulan setelah pernyataan Fahd, Saudi juga menyampaikan keinginannya untuk membeli sistem tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi