Home / Berita / Internasional / Asia / Qatar: Pernyataan Menlu Saudi Tak Perlu Ditanggapi

Qatar: Pernyataan Menlu Saudi Tak Perlu Ditanggapi

Menlu Qatar, Syaikh Muhammad bin Abdulrahman Al Tsani. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Doha. Menteri Luar Negeri Qatar buka suara terkait pernyataan Menlu Arab Saudi beberapa waktu lalu. Menurut Syaikh Muhammad bin Abdulrahman Al Tsani, pernyataan seperti itu tidak perlu ditanggapi.

“Opini publik di Arab menjadi populer dengan cara seperti ini. Namun kesadaran di Arab jauh lebih besar dari yang ia (Al Jubeir, red) bayangkan. Semua orang tahu siapa yang dibicarakan dalam pernyataan tersebut,” kata Syaikh Muhammad saat wawancara ekslusif dengan chanel France 24, seperti dilansir dari Aljazeera, Jumat (27/04/2018).

Menlu Qatar itu tengah berada di Paris untuk mengikuti konferensi pemberantasan pendanaan teroris, Kamis (26/04). Dalam kesempatan tersebut, ia juga membeberkan upaya Qatar dalam memberantas terorisme.

Lebih lanjut, dalam konferensi itu Syaikh Muhammad juga menjelaskan urgensi menyatukan pengertian terorisme secara internasional. Sehingga isu ini tidak akan dipolitisasi pihak-pihak tertentu, imbuhnya.

Sebelumnya Menlu Saudi Adel Al Jubeir menyebut Qatar harus membayar keberadaan pasukan Amerika Serikat di Suriah. Selain itu, Al Jubeir juga menyebut Qatar tidak akan mampu bertahan apabila AS memindahkan pangkalan Al Udeid dari Doha.

Pernyataan Al Jubeir itu tampaknya menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump beberapa saat sebelumnya. Trump dalam sebuah kesempatan mengatakan, negara-negara kaya di Timur Tengah harus membayar jerih payah AS di Suriah selama ini. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman