Home / Berita / Internasional / Asia / Qatar Sebut Hasil Pertemuan Al-Manamah Banyak Kontradiksi

Qatar Sebut Hasil Pertemuan Al-Manamah Banyak Kontradiksi

Menteri Luar Negeri Qatar. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Syeikh Muhammad bin Abdulrahman Al Tsani menyebut hasil dari pertemuan 4 Menlu negara pemboikot Qatar banyak kontradiksi. Ia juga menegaskan, tuntutan empat negara itu sangat jelas melanggar hukum internasional.

“Segala yang dihasilkan dari pertemuan itu merupakan kontradiksi yang menambah daftar kontradiksi sebelumnya yang kita dengar dari para pejabat negara-negara pemboikot,” kata Syeikh Muhammad kepada Al-Jazeera, Ahad (30/07/2017).

Ia menambahkan, “Pernyataan (Al-Manamah, red) menuntut Qatar untuk melaksanakan 13 Tuntutan dan prinsip Kairo yang jumlahnya eman poin. Ini sangat jelas dan terang menyelesihi tuntutan itu sendiri, yang salah satu poinnya mengatakan, tuntutan (13) akan otomatis batal setelah berlalu 10 hari.”

Terkait hasil pertemuan Al-Manamah, Menlu Qatar itu mengatakan, “Sedangkan poin lain dari pernyataan Al-Manamah, tidak ada visi yang jelas di sana. Itu hanya merupakan lanjutan dari politik intensi negara-negara pemboikot. Juga merupakan bentuk kegagalan mengakui bahwa tindakan terhadap Qatar adalah tindakan yang menyalahi hukum internasional dan prosedur yang tidak adil.”

Syeikh melanjutkan, “Mereka menyebut diri mereka menghormati hukum internasional, sementara di sana ada pelanggaran yang jelas dan eksplisit terhadap hukum internasional atas tindakan mereka terhadap Qatar.”

“Mereka juga mengklaim tindakan itu berkaitan dengan kedaulatan mereka dan keamanan regional, tapi sebaliknya sangat bertentangan baik terhadap deklarasi HAM, hukum internasional, kebebasan berekspresi dan banyak item lainnya. Itu semua hanya sebagian saja dari berbagai kontradiksi dari pernyataan (Al-Manamah),” lanjutnya.

Menlu Qatar itu juga membantah tudingan Menlu Arab Saudi yang menyebut Qatar mempolitisir pelaksanaan Haji. Menurutnya, pihak Arab Saudi sendirilah yang berusaha mempolitisir pelaksanaan Haji.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Menlu Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir bertemu di ibu kota Bahrain, Al-Manamah, Ahad (30/07) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, mereka menegaskan tetap menuntut Qatar untuk menjalankan 13 tuntutan ditambah 6 prinsip yang diajukan untuk memulihkan hubungan. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera.net

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar Tantang Ancaman Militer dari Arab Saudi

Organization