Home / Berita / Internasional / Trump: Iran Tidak Patuhi Kesepakatan Nuklir

Trump: Iran Tidak Patuhi Kesepakatan Nuklir

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Kamis (20/04/2017) sore waktu setempat mengatakan, Iran tidak mematuhi semangat kesepakatan nuklir yang telah disepakati. Pernyataan Presiden Trump ini keluar di tengah eskalasi hubungan antara AS dan Iran.

Dalam konferensi pers yang digelar bersama Perdana Menteri (PM) Itali, Paolo Gentiloni, Presiden Trump juga menegaskan, Iran telah merusak perjanjian yang telah disepakatinya bersama kekuatan besar di dunia.

Terkait hubungan AS dengan Iran, Presiden Trump menyebutkan, pemerintahannya tengah melakukan peninjauan ulang tentang hal itu. Termasuk keberadaan AS dalam kesepakatan nuklir yang disebut sebagai “bancana” itu juga akan ditinjau, tambah Presiden ke-45 AS itu.

Pada 14 Juli 2015 lalu, Iran telah menandatangani kesepakatan nuklir dengan beberapa negara yang disebut sebagai kelompok 5+1. Dalam kesepakatan tersebut, Iran setuju dengan ketentuan mengurangi kemampuan nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi. (whc/aljazeera/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Washington Berharap Proses Pengadilan di Saudi Penuh Keadilan dan Transparan