Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Arab Saudi dan Amerika Serikat Sepakat Terkait Bahaya Iran

Arab Saudi dan Amerika Serikat Sepakat Terkait Bahaya Iran

Presiden Donald Trump menerima kunjungan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman di Gedung Putih. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Penasihat senior Wakil Putra Mahkota Arab Saudi mengatakan, Pangeran Muhammad bin Salman dan Presiden Donald Trump, bersepakat bahwa Iran merupakan ancaman bagi keamanan di Kawasan. Selain itu, penasihat juga menyebutkan, pertemuan Wakil Putra Mahkota Saudi dengan Presiden AS itu sebagai pertemuan bersejarah bagi hubungan kedua negara.

Melalui keterangan resminya pada Rabu (15/03/2017), penasihat senior mengatakan, “Wakil Putra Mahkota dan Presiden Trump memiliki pandangan yang sama terkait ancaman ekspansionis Iran di kawasan. Bahwa Iran sedang mencoba untuk meraih legitimasi di Dunia Islam dengan mendukung organisasi teroris.”

Selain itu keterangan resmi penasihat juga menyebutkan penegasan dari Pangeran Muhammad bin Salman terkait kesepakatan nuklir Iran. Katanya, “Kesepakatan nuklir Iran adalah sesuatu yang buruk dan sangat berbahaya bagi Kawasan. Selain itu juga merupakan kejutan bagi pengamat politik di Kawasan. Kesepakatan tersebut sama sekali tidak menunda rezim Iran radikal dalam memproduksi senjata nuklir.”

Terkait pertemuan dua pimpinan negara tersebut, penasihat menyebutnya sebagai peristiwa bersejarah bagi hubungan kedua negara. Pertemuan tersebut, tambah penasihat, berkaitan dengan berbagai isu, serta merupakan lompatan besar bagi hubungan kedua negara di berbagai bidang, seperti politik, militer, keamanan, dan ekonomi.

“Semua capaian ini berkat pemahaman yang besar dari Presiden Trump terkait pentingnya hubungan kedua negara, serta serapan visi yang jelas terkait krisis di Kawasan,” tambah penasihat.

Terkait pandangan Trump tentang Islam, penasihat menjelaskan, “Setelah pertemuan itu, Pangeran Muhammad bin Salman menyatakan kepuasan terhadap sikap positif dan penjelasan yang didengar dari Presiden Trump terkait pandangannya tentang Islam. Semuanya sangat berseberangan dengan yang selama ini diberitakan di media.”

Penasihat juga menambahkan bahwa Presiden Trump memiliki keinginan yang besar untuk bekerjasama dan melakukan rekonsiliasi dengan dunia Islam. Lebih lanjut, penasihat mengatakan, Trump juga menyebut dirinya sebagai sahabat yang sesungguhnya bagi Kaum Muslimin.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertemu dengan Wakil Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman, di Gedung Putih, Selasa (14/03). Petemuan ini merupakan yang pertama kali sejak Trump dilantik sebagai Presiden AS pada Januari lalu. (whc/aljazeera/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Bertentangan dengan Kepentingan Negara, Presiden Iran Tolak Pengunduran Diri Menlunya

Figure
Organization