Home / Narasi Islam / Ekonomi / Mengenal Wisata Halal di Indonesia

Mengenal Wisata Halal di Indonesia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi – Masjid Baiturrahman Aceh. (visitaceh2014.wordpress.com)

dakwatuna.com – Salah satu di era modern ini, Indonesia banyak dikejutkan oleh beberapa konten yang membuat masyarakat ikut serta dalam hal itu. Dengan macam-macam lifestyle yang dibanggakan, adapun fashionable yang digunakan oleh penikmatnya. Dan adapula, wisata-wisata yang punya caranya tersendiri yang mana dapat membuat pecinta wisata bisa menikmatinya. Dalam hal ini, warga muslim membuat cara yang mana dari salah satu wisata di dalam nya di dasari label halal, yang berharap nantinya warga muslim bisa saja memilih macam-macam wisata dan pariwisata halal tersebut.

Dari http://disbudpar.acehprov.go.id/sekilas-tentang-wisata-halal/ yang saya kutip, secara umum wisata halal dapat diartikan sebagai kegiatan wisata yang dikhususkan untuk memfasilitasi kebutuhan berwisata ummat Islam. Pengertian secara umum wisata halal adalah bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan Muslim. Pelayanan wisatawan dalam pariwisata halal merujuk pada aturan-aturan Islam. Salah satu contoh dari bentuk pelayanan ini misalnya Hotel yang tidak menyediakan makanan ataupun minuman yang mengandung alkohol dan memiliki kolam renang serta fasilitas spa yang terpisah untuk pria dan wanita.

Selain hotel, transportasi dalam industri pariwisata halal juga memakai konsep Islami. Penyedia jasa transportasi wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam pelaksanaan ibadah selama perjalanan. Kemudahan ini bisa berupa penyediaan tempat shalat di dalam pesawat, pemberitahuan berupa pengumuman maupun adzan jika telah memasuki waktu shalat selain tentunya tidak adanya makanan atau minuman yang mengandung alkohol dan adanya hiburan Islami selama perjalanan.

Kehadiran wisata halal ini juga hadirnya sebuah paket perjalanan yang mengacu pada aturan hidup ummat Islam, baik di sisi adab mengadakan perjalanan, menentukan tujuan wisata, akomodasi, hingga makanan. Perlu diketahui, kebutuhan konsumen muslim terhadap wisata halal ini secara umum meliputi kemudahan untuk beribadah, mendapatkan makanan halal, mendapatkan nilai tambah dari perjalanan, serta terjaganya dari kemaksiatan dan kemungkaran.

Istilah wisata halal baru mulai dikenal sejak 2015 ketika sebuah event World Halal Tourism Summit (WHTS) digelar di Abu Dhabi, UAE. Sebelumnya dunia pariwisata hanya mengenal sebagai muslim tour atau semisalnya. Dalam event ini WHTS berusaha menyadarkan bahwa pangsa pasar dari wisata halal amatlah besar dan perlu untuk terus dikembangkan.

Dalam https://m.tempo.co/, wisata halal di Indonesia pun semakin percaya diri mengembangkan pariwisata halal setelah berhasil menyapu bersih 12 dari 16 kategori dalam ajang World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Indonesia menawarkan sembilan destinasi wisata syariah, yakni Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lombok, dan Makassar. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan indonesia memiliki potensi pariwisata halal yang tinggi, sayangnya selama ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Indonesia sendiri memiliki 235 penduduk muslim dengan 60% masih berusia produktif. “Sebenarnya usaha untuk membidik pasar China lebih tinggi [daripada membidik pasar muslim]. Sayangnya pasar halal sendiri belum dioptimalkan, makanya kita kalah dari Malaysia, Turki dan UEA dalam GMTI [global muslim travel index],” ujarnya.

Di wisata halal ini sudah layaknya masyarakat muslim lainnya bisa memanfaatkan fasilitas yang ada, dimana yang muslim bisa terhindar dari maksiat ataupun dosa yang ada, dan yang non-muslim pun bisa terhindar dari penyakit wisata yang belum tentu bisa serapih di wisata halal ini. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Mahasiswi semester 2, dan penerima full scholarship STEI SEBI.

Lihat Juga

Pertemuan Menlu 9 Negara dan Pejabat Myanmar di New York Bahas Muslim Rohingya