Topic
Home / Narasi Islam / Ekonomi / Peran Pemuda dalam Revitalisasi BULOG Guna Tercapainya Ketahanan Pangan, Menyokong Indonesia Emas 2045

Peran Pemuda dalam Revitalisasi BULOG Guna Tercapainya Ketahanan Pangan, Menyokong Indonesia Emas 2045

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Beras Bulog (foto: radartotabuan.com)
Beras Bulog (foto: radartotabuan.com)

dakwatuna.com – Organisasai pangan dunia atau FAO (Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan komitmen bersama kepala negara seluruh dunia untuk berusaha menhapuskan bencana kelaparn di seluruh dunia, paling tidak separuh dari jumlah krisis kelaparan pada tahun 2015. Kesapakatan ini ditandatangani bersama pada Pada World Food Summit (WFS) bulan November 1996 di Roma. Pemimpin dunia mengkhawatirkan krisis pangan akan semakin meluas, pada era tersebut saja Laporan PBB juga mencatat bahwa 3 – 5 ribu orang mati setiap hari akibat kelaparan yang terjadi di negara-negara Sub Sahara-Afrika, negara-negara miskin dan didaerah yang terlibat konflik perang. Diprediksi dengan semakin memingkatanya populasi manusia maka kebutuhan pangan akan semakin meningkat drastis. Sehingga dibutuhkan kerja keras dan perhatian serta kerjasama di antara negara-negara indsutri dengan negara penghasil pangan guna menghindari terjadinya potensi krisis multi level yang disebabkan kelangkaan pangan.

BULOG merupakan Perum (Perusahaan Umum) milik pemerintah yang berperan penting dalam menjaga ketahanana pangan. BULOG pada era modern ini memiliki kedudukan yang berbeda dengan BULOG era orde baru, namun dibebani fungsi yang sama. Lumbung pangan nasional sekarang berbentuk Perum yang dibebani orientasi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Sesuao dengan Kepres No.11/1969, BULOG modern ini berbeda pada era orde baru, kala itu BULOG berada di bawah koordinasi presiden secara langsung, menjalankan peran utama swasembada beras nasional tanpa dibebani target mencari profit. BULOG belakangan ini terkesan menjadi tengkulak besar dengan membeli harga gabah mengikuti harga pasaran. BULOG menawarkan harga sedikit lebih layak bagi petani dibanding harga di tangan tengkulak. Bahkan saat harga beras di pasaran tinggi, bulog tidak serta merta menjual beras dengan harga murah, namun memilih untuk menyimpan dalam waktu lama dan dikeluarkan dalam bentuk beras misin (Raskin) dengan kualias yang kurang baik.

Sebagai solusi, BULOG dapat menggunakan integrated sharing market resource yang mememiliki prinsip menjalin hubungan perdagangan dua arah antara pedagang ataupun tengkulak pasar. Bulog membatasi simpanan pangan pada angka 1 juta ton dengan estimasi didapat dari kebutuhan dasar minimal pangan indonesia pada tahun 2015 sebesar 28 juta ton. Sisa gabah maupun beras bulog langsung didistribusikan ada daerah-daerah yang membutuhkan beras maupun sedang mengalami gejolak harga pangan dengan menggandeng persatuan pedagang atapun tengkulak kecil dan menengah. Hal ini dapat dilakukan untuk menghindari dan melawan permainan harga dari tengkulak besar, sehingga harga pasar dapat stabil dan pedagang kecil tetap mendapatkan keuntungan yang stabil. BULOG juga dapat membuat time schedule masa krisis pangan di daerah-daerah di Indonesia dengan menggandeng pengusaha maupun pihak ketiga untuk membuat estimasi waktu dan kebutuhan basal masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan maksimal.

BULOG modern ini hanya perlu menjadi juru gertak bagi tengkulak besar. Di saat harga gabah turun drastis, bulog dengan berani menentukan harga gabah sesuai perkiraan harga ideal produksi makan secara berangsur – angsur petani akan memilih menjual ke bulog dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga harga pasar akan cenderung mengikuti harga yang di tetapkan BULOG. Akibatnya tengkulak besar akan berpikir berkali-kali untuk memainkan harga pasar seenaknya, yang berakibat harga pangan menjadi stabil. Begitu pula saat harga pangan melonjak , bulog cukup melakukan operasi pasar secara serentak dan berkala untuk mereduksi harga pangan pasaran. Di masa mendatang bulog dapat menambah jumlah komoditas yang di simpat semisal jagung, kedelai, minyak , gula dan bawang dengan mekanisme yang berbeda tentunya.

Perubahan besar – besaran BULOG hanya bisa dilakukan dengan sumber daya manusia sebagai modal utama roda revolusi, hal ini menjadikan peran pemuda menjadi sangat penting dalam menentukan masa depan BULOG. Sehingga rekruitmen dan pembinaan kader muda BULOG perlu dilakukan dengan sistem mentoring intensif guna menjaga semangat kerja, monitoring dan evaluasi kinerja bahkan dapat menjadi sebuah sistem kerja yang jauh lebih efektif dan terpercaya.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Pribadi pembelajar yang suka mebaca dan menulis , aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus. KAMMI airlangga adalah pilihan, ingin lebih mengenal dunia kampus dalam berbagai sisi. Memiliki dasar ilmu kedokteran hewan, sedang menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga.

Lihat Juga

Tegas! Di Hadapan Anggota DK PBB, Menlu RI Desak Blokade Gaza Segera Dihentikan

Figure
Organization