Home / Konsultasi / Konsultasi Keluarga / Merasa Bersalah Telah Mengkhianati Suami, Mohon Saran atau Masukan

Merasa Bersalah Telah Mengkhianati Suami, Mohon Saran atau Masukan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (gallery.naslno.com)
Ilustrasi. (gallery.naslno.com)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yth Dr. Muhammad Iqbal dan Tim Rumah Konseling, saya seorang ibu rumah tangga, usia 35 tahun dengan tiga orang anak. Usia perkawinan saya sudah lebih dari 10 tahun.
Saya belum lama yang lalu mempunyai hubungan tidak halal dengan seorang laki-laki selama lebih dari 9 bulan. Awal mulanya saya menghubungi dia melalui SMS karena saya membutuhkan informasi tentang sesuatu hal. SMS tersebut saya kirim tanpa izin dari suami. Nomor dia saya dapatkan dari suami saya karena dia teman suami saya. Dari interaksi tersebut akhirnya kebablasan tak terkontrol. Sejak SMS pertama tersebut, komunikasi berlanjut terus dengan chatting via WA, via Facebook messenger, percakapan lewat WA/telepon, dan juga pertemuan (copy darat) berduaan beberapa kali.

Selama itu tidak ada yang tahu kalau saya berinteraksi dengan pria yang masih lajang tersebut termasuk suami saya karena beliau sibuk dan tidak pernah curiga kalau saya berselingkuh (berkhianat terhadap suami saya). Hubungan tidak halal yang berlangsung selama lebih dari 9 (sembilan) bulan tersebut tidak diketahui oleh siapa pun termasuk suami saya. Suami bekerja dari pukul 06.00 hingga 17.00, tiba di rumah sudah cukup lelah, 5 hari seminggu. Namun saya kemudian merasa tidak nyaman dan sudah dua bulan terakhir sama sekali tidak lagi berhubungan karena saya tidak pernah menjawab pesan-pesan WA kiriman dari dia karena saya merasa bersalah dan ingin taubat serta berniat meminta ampun kepada suami saya telah mengkhianati ayah ada ketiga anak saya. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni saya, menerima taubat saya dan menjadikan saya istri yang setia kepada suami. Demikian ustadz yang ingin saya sampaikan. Saya ingin masalah ini dapat segera teratasi. Saya mohon saran atau masukan.

Jawaban:

dakwatuna.com – Terima kasih Ibu, sudah menanyakan masalah ini kepada kami, saya memahami bahwa ibu saat ini dalam keadaan sedih, galau dan merasa bersalah telah mengkhianati pasangan ibu, tetapi kita masih bersyukur bahwa Allah Swt masih memberi ibu jalan untuk sadar dan mengakui kesalahan, karena saat ini betapa banyak orang yang berbuat dosa, namun tidak mau mengakui kesalahan dan terus berada dalam kubangan perselingkuhan dan perzinaan.

Apa yang ibu alami adalah sebuah fenomena rumah tangga era global saat ini, di mana seseorang berkomunikasi dengan bebas dengan orang lain bahkan lawan jenis tanpa ada batas, ruang dan waktu, tentu saja ini menjadi tantangan dalam kehidupan keluarga. Perselingkungan yang ibu lakukan tentu saja ada banyak faktor penyebab, misalnya kejenuhan, kepuasan seks yang rendah dan kurangnya komunikasi, perhatian serta kasih sayang karena kesibukan pasangan atau pun karena bujuk rayu orang lain, namun terlepas dari itu semua yang tidak dapat dipungkiri adalah masalah kekuatan iman kita dari “godaan syaitan yang terkutuk” yang sejak diciptakannya manusia sudah berjanji akan menggoda manusia dari segala penjuru dan dengan berbagai macam cara dan strategi untuk menjerumuskan manusia. Dan kita harus senantiasa waspada dengan memperkuat keimanan agar mendapat rahmat dan petunjuk dari Allah Swt.

Kesalahan yang ibu lakukan akan kembali terjadi bila ibu suatu saat menghadapi masalah rumah tangga karena perselingkuhan dalam taraf tertentu seperti orang yang mengalami adiksi atau kecanduan, ini merupakan permasalahan psikis yang harus ibu pahami, bila godaan untuk berselingkuh itu datang segerelah beristigfar dan mendekatkan diri kepada Allah. Taubatan dan nasuha adalah sebuah jalan yang terbaik, mengakui segala kekhilafan dan memohon ampun kepada Allah swt, karena Allah maha pengasih dan penyayang serta mengampuni semua dosa hambanya yang bertaubat. Salah satu cara yang bisa ibu lakukan untuk membendung nafsu untuk berselingkuh adalah dengan melakukan Dzikrul maut yaitu senantiasa mengingat akan kematian, bermuhasabah serta bersyukur atas apa yang sudah ibu dapati saat ini khususnya nikmat Allah Swt di mana ibu memiliki suami dan anak-anak yang baik.

Sebagai seorang istri ibu harus bisa memperkuat imunitas keluarga dengan membangun hubungan yang hangat, komunikatif dan mendidik anak dengan penuh ikhlas dan kasih sayang, bila suami ibu belum tahu atas dosa yang ibu lakukan tidak semestinya juga membuka aib tersebut kepada suami dan orang lain, karena akan memperkeruh kehidupan rumah tangga, biarlah Allah Swt yang mengetahui aib-aib manusia, karena pada dasarnya kita sebagai manusia memiliki kelebihan dan kelemahan serta setiap manusia pasti memiliki aib dan Allah Swt yang mengetahui dan menutupinya. Ada banyak kasus ketika suami atau istri mencoba jujur dan mengakui kesalahan, namun yang terjadi rumah tangga tersebut menjadi hampa dan tidak lagi bergairah bahkan bercerai karena pasangan merasa di sakiti dan khianati, perlu waktu yang lama untuk memulihkannya kembali. Wallahu’alam. (dakwatuna.com/hdn)

Untuk pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat kirimkan langsung melalui email: [email protected]

banner-konten-bersponsor-rumah-konseling

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...
Dr. H. Muhammad Iqbal, M.SocSc (Psy)
Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Magister Profesi Psikologi Konseling dan S3 Psikologi dari School of Psychology and Human Development Faculty Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Alumni ILO Labour Migration Academy ILO Training Center Turin Italy dan Asian Graduate Students Fellowship National University of Singapore (NUS) dan Lulus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA-54) Lemhannas RI. Saat ini menjabat Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta dan Direktur Rumah Konseling (PT.Namary Insan Solusi), bergerak dalam bidang Konsultan Psikologi SDM dan Keluarga. Mendirikan Praktik layanan psikologi, Rumah Konseling di Jl. Saidin No. 17 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Layanan pelatihan (Life Skill), konseling dan asesmen psikologi melalui temu janji dengan psikologi terlebih dahulu melalui Tlp : 021-7491577/081283352311. Pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat dikirim ke: iqbal.konsultanp[email protected] Jawaban Rubrik Konsultasi Psikologi
  • bule

    jangan salahkan fasilitas komunikasinya,yang salah tentu yang menggunakannya untuk berbuat keji,berbuat haram.
    tidak dijelaskan hubungan tidak halal (PASTINYA HARAM LAH) tidak perlu dihalus-haluskan juga ,apakah sudah berzina atau belum?
    mengaku jujur pada suami,ada resiko diceraikan,sebaiknya sesali,tobat,tidak mengulang sampai ajal tiba.
    Allah itu menjanjikan :mintalah ampun padaKu,pasti Aku ampuni. Boleh menjadi lega,dosa zina juga diampuni semoga tobatnya kekal.
    Namun Allah juga berkata : Aku ampuni sesiapa yang Aku kehendaki. Boleh menjadi galau lagi kan?
    antara janji ampunan untuk ummatNya dan mengampuni sesiapa yang dikehendaki,sebenarnya sederhana saja yang harus dilakukan:
    Kerjakan yang diperintahkan,jauhi yang dilarang.
    Hubungan tidak halal (HUBUNGAN HARAM) tadi yang sudah dikerjakan termasuk yang harusnya dijauhi.

Lihat Juga

Agar Toleransi Tidak Salah Kaprah

Organization