Home / Arsip Kata Kunci: salah

Arsip Kata Kunci: salah

Salah Paham Dalam Memaknai Toleransi

Orang yang toleran atau bertoleransi ialah orang yang memberikan kebebasan kepada siapapun baik dalam beragama, berpendapat dan lain-lain. Tetapi tidak dengan memaksanya untuk ikut serta sesuai apa yang diinginkan. Tetapi jika melakukan yang sebaliknya maka perbuatan tersebut telah mencederai sikap toleransi itu sendiri, dan bahkan sikap seperti itulah yang dikatakan intoleran atau tidak toleransi.

Baca selengkapnya »

Merasa Bersalah Telah Mengkhianati Suami, Mohon Saran atau Masukan

Selama itu tidak ada yang tahu kalau saya berinteraksi dengan pria yang masih lajang tersebut termasuk suami saya karena beliau sibuk dan tidak pernah curiga kalau saya berselingkuh (berkhianat terhadap suami saya). Saya merasa bersalah dan ingin taubat serta berniat meminta ampun kepada suami saya telah mengkhianati ayah ada ketiga anak saya. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni saya, menerima taubat saya dan menjadikan saya istri yang setia kepada suami. Demikian ustadz yang ingin saya sampaikan. Saya ingin masalah ini dapat segera teratasi. Saya mohon saran atau masukan.

Baca selengkapnya »

Agar Toleransi Tidak Salah Kaprah

Dengan demikian umat Islam harus bersikap tegas dalam bersikap sehingga umat agama lain memahaminya dan tidak menuduh Islam intoleran gara-gara melaksanakan syariat Islam. Malah umat non Islam yang intoleran jika menghalang-halangi umat Islam menerapkan perintah agamanya. Sehingga gerakan liberalisme yang mengatakan bahwa semua agama adalah benar, maka kemudian dilakukan dialog antar umat beragama untuk mencari titik kesamaannya maka jelaslah bahwa tindakan ini tidak dibenarkan karena secara aqidah, Islam sudah berbeda dengan agama lainnya dan hanya Islam yang benar.

Baca selengkapnya »

Praduga Tak Bersalah Guru Gugus Depan (GGD) Maluku

Namun lagi-lagi, konsensus tentang guru yakni jumlah input, output dan ketersediaan lapangan kerja tidaklah sama serta merata. Misalkan saja di Maluku, setiap tahunnya universitas di Maluku menelurkan sarjana muda keguruan mencapai puluhan ribu. Lalu semenjak tahun 2007 hingga sekarang perhatian kepada alumnus anak daerah tidaklah menjadi prioritas dalam membangun SDM yang dimaksud sesuai visi renstra tersebut. Makna lain, UU Otda Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah yang secara resmi sebagai pengganti dari Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999, yang melahirkan desentralisasi; pelimpahan kewenangan penuh terhadap daerah untuk mengelola daerahnya. Namun, proses desentralisasi hanyalah sebuah kedok menutup otoritarisasi sentralistik masa lalu. Inilah keindahan demokrasi Indonesia, yang melahirkan banyak aturan perundang-undangan tapi hanya sebagai ‘pelengkap penghabis anggaran’. Artinya, di tengah euforia desentralisasi jangan dilupakan peran tangan dingin sentralistik. Tetapi, jika dilihat dari hakikat desentralisasi bahwa pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintah yang menjadi urusan pemerintah (pusat), dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Nah, kalimat “kecuali urusan pemerintah yang menjadi urusan pemerintah (pusat), dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah” ini menjadi sebuah topik hangat guru gugus depan. Salah satu solusinya adalah mengubah mindset otonomi daerah bahwa dalam rangka pembangunan daerah yang optimal sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing, dengan maksud agar pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan di daerah lebih merata, perlu sebuah tinjauan ulang terhadap daerah-daerah yang bergeografis kepulauan.

Baca selengkapnya »

Salah Paham yang Berlanjut

Berperasangka buruk kepada saudara akan menimbulkan suatu kesalahpahaman jika tak dicari suatu kebenarannya. Namun lagi-lagi adapula ketika seseorang mencoba untuk berprasangka baik kepada saudaranya, namun realitanya hal buruk memang terjadi pada saudaranya. Namun perlu diketahui, berperasangka buruk yang tidak dicari permasalahannya akan menimbulkan kesalahpahaman yang fatal, bahkan bisa membuat seseorang berasumsi, apa yang selalu dilakukan oleh orang yang dituju adalah sebuah kesalahan. Tak hanya itu, prasangka buruk akan membuat pelaku menjadi keras hatinya, dan tak tenang. Akan lebih baik jika seseorang selalu berpersangka baik kepada saudaranya, untuk hasil akhirnya serahkan kepada Allah.

Baca selengkapnya »

Berbuat Salah dan Kewajiban Bertaubat

Terbukanya pintu hidayah masing-masing orang itu tidak sama waktunya. Bersyukurlah jika sejak awal kehidupan pintu hidayah sudah terbuka. Cahaya Islam telah menyinari kehidupan. Namun bagi yang sekian lama bergelimang dalam maksiat dan dosa, tidak perlu berkecil hati apalagi berputus asa. Allah Maha Pengampun. Pintu taubat senantiasa terbuka bagi hamba-hambaNya yang menyadari dan menyesali kesalahanya serta serius ingin menapaki jalan yang lurus. Sebesar apapun dosa yang dilakukan selagi seorang hamba sungguh-sungguh mau bertaubat niscaya Allah akan mengampuninya. Allah berfirman: Katakanlah, ‘’Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi maha Penyayang.’’ (Az-Zumar: 53)

Baca selengkapnya »

Surat dari Seseorang yang Salah Meletakkan Cinta pada Sebuah Hati

Aku terus membaca apa-apa yang kamu baca Bukan untuk menarik perhatianmu atau membuatmu berbalik kagum Tetapi, setidaknya saat semua usaha salahku ini tak berhasil dan saat aku benar-benar sadar betapa salahnya semua ini Aku masih punya buku-buku yang akan menggantikan kesedihanku dengan ilmu Aku akan tetap membaca banyak buku-buku kendati di saat itu rasa kehilangan akan tetap bertamu Maaf, aku lancang menyebutnya sebagai rasa kehilangan padahal sejatinya bahkan diri kita ini bukanlah milik kita sendiri

Baca selengkapnya »

Ketika Manusia Salah Memahami Jawaban Allah Atas Doanya..

Doa memang senjata ampuh seorang mukmin. Namun, kita tak boleh lupa bahwa menghadapi kemungkaran, seorang mukmin diminta untuk melawannya dengan tangannya, lisannya, lalu hatinya. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata,“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Baca selengkapnya »
Organization