Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Gerakan Islam Palestina 48: Ada Kesepakatan Antara Penjajah Israel dengan Pemimpin Arab dalam Menyerang Al-Aqsa

Gerakan Islam Palestina 48: Ada Kesepakatan Antara Penjajah Israel dengan Pemimpin Arab dalam Menyerang Al-Aqsa

Hisham Abu Lael, pemimpin gerakan Islam di Palestina 48. (islammemo.cc)
Hisham Abu Lael, pemimpin gerakan Islam di Palestina 48. (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Al-Quds. Syaikh Hisham Abu Leil, Ketua II Gerakan Islam di wilayah Palestina 48 mengatakan, ada kesepakatan rahasia antara penjajah Israel dengan beberapa pemimpin Arab dalam memberikan izin kepada pemukim ilegal Yahudi untuk melakukan ritual Talmud mereka di masjid suci Al-Aqsha. Tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Hisham siapa saja para pemimpin Arab yang terlibat dalam kesepakatan haram tersebut.

Seperti dilansir laman situs Islammo.cc, Ahad (26/7/2015) pimpinan gerakan Islam di Palestina 48 itu menambahkan, bahwa kesepakatan seperti itu gugur dengan sendirinya, tidak dapat dibenarkan karena tak ada seorangpun yang memiliki hak untuk memberikan izin kepada Yahudi melakukan sembahyang di masjid suci Al-Aqsha.

Hisham kemudian meminta kepada umat Islam serta para pemimpin bangsa Arab agar segera bertindak, mengambil peran dalam membela kesucian masjid suci Al-Aqsha dari penistaan yang dilakukan oleh penjajah Israel.

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan hebat terjadi di kota terjajah Al-Quds tepatnya di Masjid Suci Al-Aqsha, Ahad (26/7/2015). Bentrokan fisik yang terjadi antara jamaah Al-Aqsha dengan tentara Zionis bermula dari upaya tentara penjajah dalam mengosongkan masjid suci Al-Aqsha. Mereka melakukan pembersihan jamaah Al-Aqsha dengan tujuan memberikan keleluasaan kepada para pemukim Yahudi untuk masuk dan sembahyang di masjid kiblat pertama umat Islam tersebut. (mys/imo/dakwatuna)

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Palestina Tolak Rekonsiliasi Tanpa Kemerdekaan

Figure
Organization