
Sekelompok pemukim Yahudi kembali menyerang warga Palestina. Kali ini target serangan mereka adalah para siswa siswi sekolah Qurtuba di Hebron. Selama tiga hari belakangan ini, para guru dan siswa sekolah itu tidak bisa datang ke sekolah karena dihalang-halangi oleh para pemukim Yahudi. Pemukim Yahudi itu melempari guru dan siswa di sekolah itu dengan batu dan botol-botol kosong.

Dalam lawatannya ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba menegaskan, Jepang dan Indonesia siap untuk mendukung kemerdekaan Palestina. “Dalam pembahasan kami terkait masalah Timur Tengah, kami sepakat akan bantu Palestina,” ujar Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba, di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jumat (14/10/2011).
Seorang prajurit Israel terekam kamera video saat sedang menembak seorang pemuda Palestina di desa Beit Ummar, Hebron. Sejumlah saksi mata yang juga menyaksikan kejadian itu mengatakan, seorang prajurit Israel menembak Ameer Sabarneh, 19, dibagian bahunya dengan menggunakan senjata revolver yang dilengkap dengan peredam suara, sehingga suara tembakan tidak terdengar.

Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al, Selasa (11/10) mengatakan, bahwa proses tukar tawanan akan melepaskan sebanyak 1.027 orang Palestina dari penjara Israel, sebagian besar adalah mereka yang mendekam di penjara Israel dan beberapa tawanan yang mendekam di beberapa lokasi di Palestina.

Puluhan pemukim Yahudi kembali menyerang para petani Palestina yang sedang memanen buah zaitun dari kebun-kebun mereka. Ghassan Douglas, pejabat Palestina yang ditugaskan khusus untuk mencatat laporan tentang serangan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina mengatakan, serangan terjadi di desa ‘Azmoot, sebelah timur kota Nablus, pada Senin (10/10) pagi. Desa tersebut, lokasinya tak jauh dari pemukiman ilegal Yahudi “Elon Moreh” di Tepi Barat.

Atas undangan Parlemen Islam Iran, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan mengikuti “5th International Conference for Support Palestine” yang digelar di Tehran Iran pada 1 – 2 Oktober 2011 lalu. MER-C menjadi satu dari sedikit NGO yang menghadiri konferensi akbar untuk pembebasan Palestina yang sebagian besar dihadiri oleh para pejabat, parlemen dan tokoh masyarakat dari sekitar 44 negara.

Sabtu kemarin tersebar penggal video di youtube yang mempertontonkan kebiadaban polisi Zionis menganiaya sebuah keluarga Palestina. Penganiayaan ini terjadi di kota Yafa yang terletak di tanah Palestina 1948. Polisi Zionis itu menendang dan memukul keluarga Palestina secara brutal, termasuk menganiaya perempuan dan anak-anak tanpa ampun walau mereka terus menangis dan menjerit-jerit keras.

Palestina telah meraih kemenangan diplomatik pertama dalam upaya memperoleh negara saat komite pelaksana UNESCO mendukung usahanya untuk menjadi anggota, tindakan yang dipandang “tak dapat dijelaskan” oleh Amerika Serikat. Sekutu Palestina di dunia Arab tak peduli dengan tekanan diplomatik AS serta Prancis dan mengajukan mosi tersebut ke negara anggota komite tersebut, yang mensahkannya dengan 40 suara mendukung dan empat menentang, serta 14 abstein.

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton meyakinkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa Uni Eropa tidak akan menghentikan bantuannya untuk Otorita Palestina dan untuk rakyat Palestina. Ashton meyakinkan hal itu setelah Kongres AS menyatakan akan membekukan bantuan tahunan USAID untuk Palestina, sebagai sanksi atas langkah Otorita Palestina mengajukan permohonan pengakuan keaganggota penuh di PBB pada 23 September kemarin.
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) beserta seluruh anggotanya sekitar 60 juta orang di seluruh Indonesia mendukung keadilan dan terpenuhinya kemerdekaan bagi rakyat dan bangsa Palestina. “Kita dewasa ini sedang dihadapkan kepada pertunjukan yang tidak menarik, tidak adil, dan tidak beradab. Kita sedang menyaksikan bagaimana negara-negara tertentu dengan posisi hegemoniknya, mencoba menghalangi negara Palestina memperoleh haknya sebagai negara merdeka.”