Home / Berita / Internasional / Asia / Arab Saudi Larang Tiga Juta Warga Palestina Pergi Haji dan Umrah

Arab Saudi Larang Tiga Juta Warga Palestina Pergi Haji dan Umrah

Jamaah Haji sedang melakukan Tawaf (mengelilingi Kabah). (kemenag.go.id)
dakwatuna.com – Amman. Pemerintah Arab Saudi melarang 1,5 juta warga Palestina di Israel untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah ke Makkah dengan menggunakan paspor dari Yordania. Demikian sebagaimana disebutkan media berbasis di London, Middle East Eye (MEE), Senin (12/11/2018).

Langkah tersebut bagian dari kebijakan baru Saudi yang menghentikan penerbitan visa Haji fan Umrah untuk warga Palestina di Yordania, Lebanon, Al-Quds Timur serta warga Palestina yang tinggal di Israel. Dikatakan, aturan itu telah berlaku efektif pada 12 September lalu.

Selama ini, warga Palestina di tempat-tempat tersebut menggunakan dokumen dan paspor yang dikeluarkan oleh pemerintah Yordania atau Lebanon.

Setidaknya ada 2,94 juta warga Palestina di wilayah-wilayah tersebut terdampak akibat kebijakan Saudi itu. Hal ini mengingat mereka tidak memiliki akses paspor dari negara lain yang memungkinkan bagi mereka untuk melakukan perjalanan Haji dan Umrah setiap tahunnya.

Informasi MEE itu diperoleh setelah mewawancarai sejumlah agen perjalanan yang biasa melayani Haji dan Umrah baik di Al-Quds Timur maupun Yordania. Mereka mengaku diberitahu oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania bahwa kedutaan Saudi di Amman meminta agar pengajuan visa dihentikan.

Kesepakatan Israel-Saudi?

Sumber dari internal pemerintahan Yordania mengatakan, kebijakan Saudi itu merupakan bagian dari kesepakatan dengan Israel. Tujuannya untuk mengakhiri “identitas Palestina dan hak mereka untuk pulang ke kampung halaman”.

“Arab Saudi mendesak Yordania untuk menaturalisasi para pengungsi Palestina di Yordania, Al-Quds Timur, dan sekarang warga Palestina di Israel. Hal yang sama bisa terjadi di Israel. Kemudian, Anda tidak akan memiliki masalah lagi dengan para pengungsi Palestina,” kata sumber kepada MEE.

“Semua itu adalah kesepakatan bilateral antara Israel dan Arab Saudi. Tapi Yordania menolak untuk menaturalisasi pengungsi Palestina,” imbuhnya lagi.

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Turki Sebut Pencaplokan Tepi Barat untuk Kepentingan Politik Netanyahu

Organization