Home / Berita / Internasional / Asia / Pangeran Muhammad bin Salman: Iran Sumber Masalah

Pangeran Muhammad bin Salman: Iran Sumber Masalah

Presiden Amerika Serikat dan Putra Mahkota Arab Saudi. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kembali melontarkan pernyataan soal Iran dan masa depan Suriah. Menurutnya, Iran merupakan sumber permasalahan, sementara ia menyarankan agar Bashar al-Assad tetap presiden Suriah.

Pernyataan itu disampaikannya saat wawancara dengan Majalah TIME beberapa waktu lalu, seperti dilansir Aljazeera.net, Sabtu (07/04/2018).

Terkait masa depan Suriah, Bin Salman meminta pada Bashar agar tidak menuruti setiap kemauan Iran. Ia berpendapat jika ada perubahan ideologi di Suriah, maka Bashar hanya akan menjadi boneka Teheran.

Bin Salman menambahkan, selayakanya Suriah memperkuat pasukannya dan menjauh dari pengaruh Iran. Menurutnya, menuruti Iran sama saja melayani Rusia.

Lebih lanjut, Bin Salman juga menyebut urgensi keberadaan pasukan AS di Suriah. Keberadaan AS di timur Suriah, imbuhnya, akan jadi penghalan bagi Hizbulah Syiah Lebanon dan Iran.

Selain itu, Bin Salman mengklaim tujuan dari ‘petualangan’ dirinya adalah Iran. Ia yakin bahwa Teheran lah yang memasok senjata kepada milisi Syiah Hutsi di Yaman.

Meskipun Iran disebutnya sebagai sumber masalah, namun Pangeran memastikan bahwa Iran tak begitu berbahaya bagi Saudi.

“Iran sumber masalah di Timur Tengah, tapi tidak begitu berbahaya bagi Kerajaan Saudi,” tegasnya, kepada Majalah TIME.

Majalah TIME juga menyebutkan fakta bahwa Saudi saat ini lebih lunak pada Israel. Antara Saudi dan Israel seakan memiliki musuh bersama, yaitu Iran. Hal ini membuat kedua negara punya ‘jalinan’ di balik layar, tambahnya.

Bahkan Bin Salman juga mengaku memiliki potensi untuk kerja sama dengan Israel. “Tampaknya kami punya potensi untuk kerja sama di bidang ekonomi,” lanjutnya.

Namun begitu, Bin Salman masih menolak adanya hubungan antara Saudi dan Israel sebelum perdamaian Palestina terwujud. Ia juga beranggapan bahwa rakyat Palestina da Israel berhak hidup bersama.

“Jika hal itu telah terwujud, maka dapat dipastikan pada hari berikutnya kami akan punya hubungan baik dengan Israel yang menjadi maslahat bagi semuanya,” pungkas Bin Salman. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi