Home / Berita / Internasional / Asia / Apa di Balik Pernyataan Bin Salman Tentang Israel?

Apa di Balik Pernyataan Bin Salman Tentang Israel?

Pangeran Muhammad bin Salman menyebut ada kepentingan bersama antara negaranya dan Israel. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud, kembali melontarkan pernyataan yang menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah saat ia diwawancarai Majalah The Atlantic beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara itu, Bin Salman secara langsung mengakui legitimasi Israel atas tanah Palestina. Tak hanya itu, Pangeran menyebut ada banyak kepentingan bersama antara Saudi dan Israel. Bahkan ia menuding Hamas sebagai ancaman bagi keamanan nasional Saudi.

Untuk membahas hal ini, program ‘Maa Wara al-Akhbar Aljazeera’ episode Selasa (03/04) mendatangkan dua orang pakar di bidang politik internasional, yaitu Saleh al-Naami dan Sabah al-Khozai.

Al-Naami, Pengamat Urusan Israel mengatakan, pernyataan Bin Salman datang dalam konteks persiapan dirinya untuk berkuasa di Riyadh. Cara paling cepat, menurut al-Naami, adalah main mata dengan Israel.

Maka terlontarlah kalimat yang sama sekali tidak ia yakini dalam hati, imbuh al-Naami. Sama seperti pernyataanya tentang Hamas yang ia anggap ancaman bagi keamanan nasional Saudi.

Lebih lanjut, al-Naami juga menyebut banyak hal yang membuktikan sikap main mata Saudi dengan Israel. Salah satunya adalah dengan munculnya ‘Deal of the Century’, kesepakatan yang berkaitan dengan masa depan Palestina dan Al-Quds.

Al-Naami menyebutkan, ada banyak bukti yang menunjukkan upaya Saudi menekan Otoritas Palestina untuk menyerahkan Al-Quds.

Dilain pihak, Sabah al-Khazai menyebut jangan terburu-buru fokus pada Israel dalam pernyataan Bin Salman. Al-Khazai mengatakan, Bin Salman tidak menyebut ‘Kita punya kepentingan bersama dengan Israel’, melainkan ‘kita berbagi kepentingan dengan Israel’.

Selain itu, al-Khazai menyebut bahwa Bin Salman tidak mengatakan Negara Yahudi. Melainkan Bin Salman mengatakan ada hak bagi Israel dan Palestina untuk mendirikan negara mereka masing-masing. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar Kepada AS: Palestina Menanti Solusi Politik Yang Adil

Organization