Home / Berita / Internasional / Asia / Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit

Mantan PM Israel Ehud Barak. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Mantan PM Israel Ehud Barak menyampaikan sebuah pernyataan yang mengejutkan. Disebutkan, saat ia masih menjabat sebagai Menhan Israel, pihaknya membunuh 300 anggota Hamas dalam waktu 3,5 menit saja.

Pernyataan itu disampaikannya saat wawancara dengan salah satu radio lokal di Tel Aviv. Ia mengatakan, “Saat saya menjadi menteri pertahanan dulu, 300 anggota Hamas mati dalam waktu 3,5 menit melalui serangan udara.”

Barak tidak mengungkapkan kapan peristiwa itu terjadi. Namun pada tanggal 14 November 2012, seorang wakil panglima Brigade Al-Qassam Ahmad Jabari gugur dalam sebuah serangan yang menimpa mobilnya.

Ini adalah pertama kalinya Barak mengambil tanggung jawab untuk dua operasi itu.

Barak juga mengkritik cara rezim Israel menanggapi perkembangan di Jalur Gaza. Menurutnya, PM Israel Benyamin Netanyahu selalu menyerah pada semua keinginan Hamas.

Ia menambahkan, Israel harus menyerang Hamas, namun dengan strategi yang matang. Karena menurutnya, kondisi yang menimpa rezim Israel saat ini adalah kurang strategi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization