
Gerakan Non-Blok pada Selasa mengecam kegiatan permukiman Yahudi di wilayah Palestina. GNB menyatakan pola tindakan provokatif Israel di Tepi Barat adalah tanda Israel memilih pendudukan dan konflik dengan mengorbankan masa depan kedua bangsa dan wilayah tersebut secara keseluruhan. Pernyataan itu dikeluarkan saat wakil tetap Mesir untuk PBB, Maged Abdel Aziz atas nama 120 anggota GNB di Sidang Majelis Umum untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional bagi Rakyat Palestina.

Presiden Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) Mahmoud Abbas mengatakan di Wina, Senin (28/11), pemilihan umum di Palestina kemungkinan akan diselenggarakan pada 4 Mei tahun depan. Abbas berada di Austria guna membahas berbagai upaya untuk memperoleh keanggotaan penuh bagi Palestina di PBB.

Pejabat konsuler Prancis di Gaza pada Senin menyatakan bahwa ia dan putrinya terluka, sementara istrinya yang sedang hamil kehilangan bayinya akibat serangan udara Israel Minggu malam. Majdi Shakoura (44 tahun), kepala urusan konsuler Prancis di Jalur Gaza, menyatakan kaca terbang menyambar kaki kirinya dan melukai istrinya, Majida (42 tahun), serta salah satu putrinya, yang berusia 13 tahun. “Istri saya, hamil dua bulan, kehilangan bayinya,” katanya kepada kantor berita Prancis.

Dewan Keamanan PBB menyatakan tidak berhasil mencapai kesepatan terkait permohonan yang diajukan Otorita Palestina untuk mendapatkan status anggota penuh di PBB. Komite Pendaftaran DK PBB tidak bisa mengambil keputusan atas permohonan tersebut.

Penjajah Israel menganggar dana untuk pembangunan penjara baru dengan sebesar 40 juta shiekel (mata uang Israel) di Selatan tanah terjajah Arab 48. Pembangunan ini bertujuan untuk mengganti dua penjara wanita yang sudah ada, yaitu penjara Damon dan Tirza.

Sumber kedokteran di Gaza melaporkan, bahwa 3 orang Palestina syahid dalam serang yang dilancarkan oleh artileri penjajah Israel di Timur kota Gaza. Jubir Komite Tertinggi Ambulance dan Emergency di Gaza, Adham Abu Silmiah mengatakan, bahwa 3 orang Palestina terluka pada waktu Zuhur, Senin (7/11) kemarin, akibat serangan yang dilancarkan oleh pasukan Israel melalui tank-tank mereka di Timur kampung As-Syaja’iyah di Gaza.

Militer Israel masih menawan 21 aktivis kemanusiaan “Freedom Waves to Gaza” setelah menghadang dua kapal mereka pada pada Jumat, pekan kemarin. Setelah menghadang, pasukan angkatan laut zionis menangkap seluruh aktivis dan menyita kapal serta semua bantuan kemanusiaan yang dibawa kapal tersebut untuk warga Gaza.

Para aktivis di Boston meneriakkan slogan berisi dukungan pada Palestina, “Free Palestine”, “Occupy Wall Street, not Palestine” dan “Viva Palestine”. Mereka juga meneriakkan slogan yang menentang blokade serta penjajahan Israel di Palestina. “Hey Hey, Ho Ho, Israeli apartheid got to go”, “Free Free Gaza”, “Free Free Palestine” dan “Occupy Boston Not Palestine, Militarization Is A Crime”, demikian slogan-slogan yang diteriakkan para aktivis yang berunjuk rasa di depan gedung konsulat Israel di Boston.

Kanada sangat kecewa oleh keputusan yang diambil Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memberi Palestina status anggota penuh. Menyusul jejak AS, negara itu telah memutuskan untuk membekukan sumbangan baru sukarela buat badan PBB itu. Kebijakan itu disampaikan Urusan Luar Negeri Kanada John Baird, Selasa (1/11).

Pemerintah Indonesia tetap mendukung keanggotaan penuh Palestina, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun di UNESCO, meski Amerika Serikat menolak keanggotaan penuh bagi Palestina. Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa menjelaskan, Indonesia tidak hanya memberikan dukungan bagi Palestina, namun juga menjadi inisiator bagi status Palestina di PBB dan juga UNESCO, dengan perpegang pada formula penyelesaian dua negara yang merdeka bagi penyelesaian masalah Palestina dan Israel.