Home / Berita / Internasional / Asia / Palestina Ajukan Keanggotaan Penuh di PBB

Palestina Ajukan Keanggotaan Penuh di PBB

Pengibaran bendera Palestina di PBB (sindonews.com)
dakwatuna.com – New York. Menteri Luar Negeri Palestina Riyadh Al-Malki menyebut negaranya siap mengajukan permintaan untuk keanggotaan penuh di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini disampaikan setelah sebelumnya PBB menyebut Palestina belum mengajukan permintaan resmi terkait hal itu.

Saat ini, Palestina berstatus sebagai negara pengamat non-anggota di PBB. Jika berhasil mendapatkan keanggotaan penuh, maka kedaulatan Palestina akan diakui secara internasional.

Namun begitu, upaya Palestina tidak akan mudah. Setidaknya Palestina akan menghadapi penjegalan dalam bentuk Hak Veto oleh salah satu negara pemegang hak istimewa tersebut.

“Kami tahu nantinya akan menghadapi Veto dari Amerika Serikat, namun hal itu tidak akan menghalangi kami untuk mengajukan keanggotaan penuh,” ujar Al-Malki, seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (17/01/2019).

Lebih lanjut Al-Malki menyebut pihaknya akan memulai kampanye untuk mendapat dukungan dari Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, pengajuan resmi akan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Netanyahu Rayakan ‘Rekonsiliasi Arab’ dengan Rampas Rumah Palestina dan Tutup Masjidil Aqsha

Organization