Home / Arsip Kata Kunci: iman

Arsip Kata Kunci: iman

Buah Jatuh Kadang Jauh Dari Pohonnya

Konon, Pak Isac Newton duduk santai di belakang rumah dekat kebun apel. Buah-buah apel yg sdh ranum berjatuhan dari tangkainya. Pikiran kritis Pak Newton bertanya, “Apa hal sehingga buah itu jatuh ke bawah dan tak ke mana-mana?” Di bangku sekolah, guru IPA menerangkan bahwa penyebab buah apel jatuh ke bawah dan tak ke mana-mana adalah daya tarik bumi. Itulah yg dimaksud dengan gaya gravitasi. Guru IPA bertanaya, “Siapa penemu gaya gravitasi?” “Isac Newton” jawab murid-murid serentak. Ikrimah r.a. namanya. Ayahnya bernama Abu Jahal, musuh Rasulullah saw yg sangat populer. Anggaplah Ikrimah sebagai buah, maka pohonnya adalah Abu Jahal. Lazimnya, buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya. Namun, Ikrimah adalah buah yang terlempar jauh dari pohonnya. Ayahnya adalah musuh kebenaran, sedangkan Ikrimah pejuang kebenaran. Bahkan, dia juga meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah saw. Ikrimah bagai buah apel yg jatuh tetapi gaya gravitasi Newton tak mampu menariknya. Tinimbang membumi, ia bahkan melangit diterbangkan oleh iman yg memutus gravitasi kebumian yg fana dan kotor.

Baca selengkapnya »

Iman Butuh Pengorbanan

Hijrah membawa pesan bahwa untuk menyempurnakan dan mempertahankan iman kadang kala dibutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Pengorbanan dengan keragaman bentuknya, seperti; pengorbanan pikiran, tenaga, waktu, harta, bahkan jiwa. Ketika Rasulullah hendak berangkat hijrah beliau berbicara kepada kota Mekah, sebagaimana dituliskan dalam Sunan Imam Tirmidzi dan Musnad Imam Ahmad.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan

Para ulama menyimpulkan, iman akan naik dan kokoh dengan menjalankan ibadah dan ketaatan. Begitu juga, ibadah dan ketaatan akan ringan dikerjakan ketika iman naik dan kokoh. Keduanya saling mempengaruhi. Sebaliknya, iman akan ringkih bahkan mati karena praktik maksiat dan dosa, wal’iyadzu billah. Di sinilah perjuangannya, kita berusaha menjaga dan merawat bahkan meningkatkan iman agar tetap naik dan kokoh dengan menjalankan ibadah dan ketaatan.

Baca selengkapnya »

Bukan Sekedar Lafazh Lillahi Ta’ala

Ketika seseorang terbentur dengan sesuatu yang terpelik dalam hidupnya, maka ia akan mempertanyakan untuk apa dan siapakah semuanya? Untuk apa dan siapa hidupnya? Manusia akan menjumpai satu titik di mana jiwanya terasa sesak terhimpit seolah tak ada oksigen yang berikannya ruang untuk bernafas. Dan titik itulah yang membuat banyak jiwa melayang, karena tak sanggup dengan kepenatan hidup.

Baca selengkapnya »

Segarkan Imanmu

Pada bagian terakhir kita diajak untuk memahami rahasia dan rambu-rambu perjalanan emosional dan spiritual dalam Islam. Dan ditambah penguasaan materi yang matang terhadap ilmu-ilmu agama, kedalaman wawasan dan semangat sorang dai. Syekh al-Ghozali secara meyakinkan mengupas makna tobat, warak, ifah, dan qanaah, sabar, syukur, khauf dan berharap kepada Allah, tawakal dan mencintai Allah dan Rasulullah Shollallahu Alaihi wasallam. Disertai dengan koreksi-koreksi tajam atas pemahaman kita selama ini serta cara menerapkannya dalam kehidupan kita.

Baca selengkapnya »

Sikap Orang Beriman Jika Musibah Datang

Sehingga mulai sekarang, mari perhatikan shalat kita. Apakah sudah tepat waktu, atau kalau sempat saja? Apakah sudah khusyu’ ataukah sekedarnya? Apakah kita sudah ikhlas mendirikan shalat karena Allah, ataukah karena alasan lain? Perbaiki shalat kita, maka anda bisa berharap datangnya pertolongan Allah SWT. Bahkan jika anda tidak membutuhkan pertolongan Allah sekali pun, shalat tetaplah WAJIB hukumnya jika anda mengaku beriman. Setelah shalat sudah anda perbaiki, maka BERSABARLAH. Perhatikan apa yang terjadi pada kehidupan anda, maka bertindaklah jika memang harus bertindak. Dan jangan berlebihan. Mudah-mudahan Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita dan berkehendak menolong kita. Karena hanya kepada Allah SWT kita bertawakkal.

Baca selengkapnya »

Bekerja Keras Dalam Iman

Berdasarkan ayat di atas, Allah SWT menjelaskan bahwa hanya Allah SWT saja yang dapat melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang, tidak peduli berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk bekerja, tidak peduli berapa banyak karyawan anda, tidak peduli siapa bos anda, dan tidak peduli meskipun anda mengurangi waktu bekerja demi memenuhi kewajiban anda kepada Allah SWT. Tetaplah Allah akan melapangkan dan menyempitkan rezeki sesuai kehendak-Nya, maka berusahalah untuk menjadi manusia yang BERUNTUNG di sisi Allah SWT.

Baca selengkapnya »

Mata Dakwah, Mata Kaderisasi

Mata dakwah kita, selalu melihat dari sudut bagaimana dakwah bisa kita sampaikan kepada orang lain. Mata dakwah, selalu memandang dari arah bagaimana bisa menjalin komunikasi dengan orang lain, agar bisa memiliki keimanan lebih baik. Mata dakwah kita adalah mata kaderisasi, yang merupakan cermin dari keyakinan hati dan pikiran kita, selalu mencari celah untuk bisa masuk ke dalam hati banyak orang, dan menjadikan mereka bagian dari barisan keimanan yang kuat, dan terkader untuk memperkuat pengaruh dakwah di masyarakat.

Baca selengkapnya »