Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ramadhan dan Cita-Cita Orang Beriman

Ramadhan dan Cita-Cita Orang Beriman

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (justxsilent.deviantart.com)

dakwatuna.com – Beberapa hari lagi orang-orang beriman akan berjumpa dengan Ramadhan, kerinduan yang tiada terkira bergemuruh dalam dada setiap pribadi manusia beriman.

Kehadiran Ramadhan adalah harapan dan cita-cita yang bersatu dalam diri seorang mukmin, ada harapan dan cita-cita agar bertemu dan berhasil mengisinya dengan prestasi amaliah. Karena cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang dan tujuan hidup akan masa depannya.

Tergambar dalam doa visioner yang dilantunkan 2 bulan sebelum datangnya Ramadhan, Allahumma bariklana fii rajaba wa sya’bana wa baligna ramadhan. Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan.

Doa tersebut telah mengajarkan tentang arti penting cita-cita dan menjadikannya sebagai visi sekaligus misi dalam mengisi momentum waktu dalam kehidupan.

Bagi orang beriman setiap momentum akan selalu diupayakan menjadi ladang amal kebajikan untuk mempersembahkan kualitas dan kuantitas produktivitas amal shalih.

Ramadhan tidak hanya dipahami sebagai bulan khusus yang Allah SWT berikan kepada kaum muslimin, akan tetapi sebagai bulan penyadaran betapa pentingnya cita-cita menghadirkan kebaikan dalam semua dimensi kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’du ayat 11).

Kemudian diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya segala pekerjaan itu tergantung akan niatnya, dan hasil yang akan diperoleh seseorang itu, tergantung apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dari firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW di atas, mensyaratkan agar segala harapan yang kita inginkan dalam bentuk cita-cita, hendaknya disisipkan niat yang mantap, usaha yang gigih dan konsentrasi yang penuh, dalam upaya mewujudkannya. Marilah kita azzamkan dalam diri kita masing-masing semangat dan disiplin yang tinggi, yaitu ketaatan yang didasari atas kesadaran diri untuk melakukan tindakan dan usaha dalam meraih cita-cita, dengan suatu keyakinan bahwa “hari esok harus lebih baik dari pada hari ini.”

Semoga kehadiran Ramadhan tahun ini menjadi momentum yang lebih baik dari sebelumnya, kuantitas dan kualitas ibadah mengkapitalisasi menjadi lonjakan produktivitas amal kebajikan dalam mengapai keridhaan Allah SWT menuju surga-Nya. (dakwatuna/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...
Rosandi Ardi Nugraha, SE. MSi. MMPar.
Dosen. Tenaga Ahli Komisi VIII FPKS DPR RI. Direktur Lembaga Dakwah Al Mimbar Bekasi. Pembina Yayasan LP3MB Bekasi.

Lihat Juga

7 Manfaat Traveling saat Libur Kuliah Bareng Teman-Teman

Figure
Organization