Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sikap Orang Beriman Jika Musibah Datang

Sikap Orang Beriman Jika Musibah Datang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (alriyadh)
Ilustrasi (alriyadh)

dakwatuna.com – Datangnya masalah adalah kewajaran dalam kehidupan manusia. Bahkan tidak satu pun manusia di dunia ini yang tidak memiliki masalah. Menariknya adalah dari berbagai masalah tersebut, musibah adalah hal yang rasanya sulit untuk diterima. Musibah yang datang terkadang terasa berat, mungkin terlalu berat, sehingga ada sebagian manusia yang merasa tidak mampu menerima musibah tersebut.

Perusahaan yang dibangun dengan susah payah tiba-tiba mengalami kebangkrutan, banyak piutang yang macet, bahkan tidak tertagih. Ada juga yang ditipu oleh teman kerjanya dan dampaknya membuat dirinya terlilit hutang yang cukup besar. Namun, terkadang musibah tidak hanya berhenti di situ. Istri yang dicintainya pergi meninggalkannya, belum lagi masalah hukum yang mengintai. Berbagai masalah seolah-olah datang bergelombang dan rasanya keajaiban adalah satu-satunya jalan keluar.

Masalah adalah biasa, namun musibah bisa membuat manusia stress dan depresi dan terkadang sulit untuk diterima.

Bagaimana cara kita mengatasi hal ini?

Jawabannya: Jika anda adalah seorang muslim yang beriman, maka atasilah musibah tersebut berdasarkan Alquran.

Alquran?

Benar. Kita semua tahu itu.

Pernahkah anda mengatasi masalah berdasarkan Alquran? Tidak pernah? Mengapa? Tidak pernah baca Alquran? Atau tidak ada waktu untuk membacanya? Bukankah Alquran adalah PETUNJUK bagi manusia? Untuk apa ada petunjuk jika tidak dipahami dan diamalkan? Jika anda tertarik, mari kita kupas petunjuk-petunjuk di dalam Alquran mengenai musibah. Hal ini kita perlukan untuk menghadapi masalah dan musibah tersebut. Dan yang paling penting adalah mencari SOLUSI untuk mengatasi masalah tersebut.

  1. PERTAMA, Siapakah yang menimpakan musibah kepada kita?

Jawabannya ada dalam Firman Allah berikut ini :

Artinya: Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At Taghaabun : 11)

Dalam ayat tersebut, kita diberikan suatu petunjuk yaitu tidak ada satu pun musibah yang menimpa manusia kecuali atas izin dari Allah SWT. Ya, hanya Allah SWT saja yang berkuasa atas kita. Jika Allah tidak menghendaki musibah datang kepada kita, maka tidak ada yang mampu mencelakakan kita. Dan sebaliknya, jika Allah hendak menimpakan musibah, maka tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya.

  1. KEDUA, Mengapa Allah SWT mengijinkan musibah menimpa kita? Bukankah Allah Maha Penyayang?

Jawaban atas pertanyaan ini dapat kita peroleh dalam Firman Allah SWT berikut ini :

Artinya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuura : 30)

Berdasarkan ayat di atas, kita diberitahu bahwa musibah yang menimpa kita adalah karena perbuatan kita sendiri. Namun menariknya, tidak semua dosa menghasilkan musibah. Allah mengampuni sebagian besar dosa (kesalahan-kesalahan) kita. Seandainya seluruh dosa dan kesalahan harus kita bayar dengan musibah, maka bisa jadi sisa hidup ini akan kita jalani dalam naungan musibah karena banyaknya dosa kita. Hal ini semakin menguatkan bahwa Allah benar-benar Maha Penyayang.

  1. KETIGA, Siapa yang dapat mengangkat musibah tersebut?

Perhatikan Firman Allah berikut ini :

Artinya: Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu; tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (QS. Ali ‘Imran : 160)

Berdasarkan ayat di atas, dapat kita peroleh suatu petunjuk bahwa hanya Allah SWT yang dapat menolong kita. Ya, hanya Allah SWT. Sehingga, segala musibah yang menimpa kita bisa berhenti atau terus menyiksa kita semua itu tergantung kepada Allah SWT. Jika Allah SWT menolong kita, maka kita bisa selamat. Dan tidak ada penolong lain selain Allah SWT.

Percuma saja anda meminjam uang ke Bank. Percuma saja anda memohon bantuan pada orang yang anda anggap kaya. Percuma saja anda melakukan ritual klenik yang justru menyusahkan kehidupan anda berikutnya. Kembalilah kepada Allah, karena Allah yang menimpakan musibah tersebut dan hanya Allah pula yang berkuasa menolong kita. Perhatikan ayat berikut ini :

Artinya: Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An’aam : 17-18)

Maka berhentilah merengek (curhat, mengeluh, dll) kepada manusia. Berhentilah percaya pada hal-hal tahayul dan kembalilah kepada Allah SWT. Perbaiki hubungan kita kepada Allah SWT dan marilah berharap Allah berkenan menolong kita. Karena hanya Allah SWT harapan kita.

Anda ingin ada perubahan pada kehidupan anda? Maka lakukan perubahan atas hubungan anda dengan Allah SWT. Hanya kepada-Nya orang beriman menggantungkan diri.

  1. KEEMPAT, Bagaimana caranya supaya Allah menolong kita?

Ini adalah pertanyaan pentingnya. Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini untuk menjawab pertanyaan tersebut :

Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (QS. Al Baqarah : 45)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah : 153)

Dari kedua ayat tersebut, Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita tentang bagaimana supaya Allah SWT berkenan menolong kita. Yaitu dengan SHALAT dan SABAR.

Ini adalah petunjuk dari Allah SWT berdasarkan Alquran yang suci. Petunjuk penting untuk kita manusia. Sekali lagi, untuk apa ada petunjuk jika tidak dipahami dan diamalkan?

Sehingga mulai sekarang, mari perhatikan shalat kita. Apakah sudah tepat waktu, atau kalau sempat saja? Apakah sudah khusyu’ ataukah sekedarnya? Apakah kita sudah ikhlas mendirikan shalat karena Allah, ataukah karena alasan lain? Perbaiki shalat kita, maka anda bisa berharap datangnya pertolongan Allah SWT. Bahkan jika anda tidak membutuhkan pertolongan Allah sekali pun, shalat tetaplah WAJIB hukumnya jika anda mengaku beriman. Setelah shalat sudah anda perbaiki, maka BERSABARLAH. Perhatikan apa yang terjadi pada kehidupan anda, maka bertindaklah jika memang harus bertindak. Dan jangan berlebihan. Mudah-mudahan Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita dan berkehendak menolong kita. Karena hanya kepada Allah SWT kita bertawakkal.

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (44 votes, average: 9,02 out of 10)
Loading...

Anak kedua dari tujuh bersaudara. Lulus dari jurusan Akuntansi Universitas Islam Malang pada tahun 2005. Menjadi santri di beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah sejak tahun 1994 sampai tahun 2000. Bekerja di beberapa perusahaan swasta sejak tahun 2005. Memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai General Manager pada tahun 2012 dan berwiraswasta sampai sekarang.

Lihat Juga

Pernyataan Sikap Lembaga Pers Mahasiswa BSI atas Diblokirnya Media Islam