Home / Narasi Islam / Sejarah

Sejarah

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing

“Betul bapak, nama beliau beru diusulkan tahun ini. Saya juga tidak mengerti alasan pemerintah lama belum mau memberikan Bapak Natsir penghargaan” kata sang sekretaris Negara tenang. SBY menunduk dalam, seolah merasa malu pada diri dan bangsa-nya yang sama sekali tidak tahu terima kasih. Kenapa? Mosi Integral yang diajukan Natsir pada 1950 membawa kembali bangsa ini kepada NKRI, persatuan utuh yang sebelumnya dipecah pecah aggressor Belanda dengan membentuk Negara Serikat.

Baca selengkapnya »

Pahlawan dari Masa ke Masa

Kepahlawanan adalah tentang kepiawaian memimpin, mengemban amanah, dan menegakkan neraca keadilan. Sehingga kegembiraan Umar atas kedatangan Jabalah bin Aiham yang datang dengan pasukan dan segala lambang kebesaran tak membuatnya kagok dan sungkan untuk menyidang raja dari Ghassan tersebut dan mendudukkannya sejajar dengan pria jelata yang mengadu telah di pukul karena tak sengaja menginjak ujung kain mewahnya ketika tawaf.

Baca selengkapnya »

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran

Frasa “masuklah kamu ke negeri Mesir insya Allah dalam keadaan aman” dijelaskan oleh Al-Thabari dalam dua konteks: Konteks pertama, adalah ketika Ya’qub bertemu Yusuf kemudian berpelukan (sebagai bentuk bakti dan penghormatan Yusuf kepada orang tuanya), dimana konteks kisah ini adalah sebelum memasuki Mesir. Setelah itu (baca: setelah berpelukan) Yusuf berkata kepada Ya’qub beserta orang-orang bersamanya “masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”.

Baca selengkapnya »

Mengenal Sosok Ali Bin Abi Thalib RA

Keberanian seorang Ali memang terbukti di mata para sahabat yang lain. Betapa tidak, dalam usia yang masih terhitung belia, Ali menantang seorang Amru bin Wad. Amru bin Wad adalah sosok seorang kesatria Jazirah Arab dan digambarkan dengan kekuatan sebanding seribu orang. Peristiwa ini terjadi ketika masa Perang Khandaq.

Baca selengkapnya »

Komunitas Alpa Sejarah

Rakyat Turki benar-benar paham sejarah mereka dan mereka tidak bisa ditipu. Terbukti jutaan rakyatnya turun untuk membela sang Presiden yang hendak dikudeta dan dibunuh militer, 15 Juli yang lalu. Kalau bukan karena paham sejarah, melek sejarah, saya yakin rakyat Turki tidak akan bangun dari tidur malamnya untuk membantu sang Presiden.

Baca selengkapnya »

Kritik Kajian Sejarah Faraq Fouda Dalam Buku Al-Haqaiq Al-Ghaibah (Bag ke-3): Seputar Khilafah Utsman bin Affan

Keterangan dua pakar sejarah di atas menjelaskan sekaligus memperingatkan kepada pengkaji sejarah Islam untuk bersikap selektif terhadap berbagai cerita yang terdapat dalam kitab-kitab sejarah Islam meskipun ditulis oleh ulama-ulama yang jujur, karena kebanyakan mereka menyebutkan berbagai cerita sejarah dari berbagai kalangan dan madzhab tanpa melakukan kajian terhadap kuat atau lemahnya riwayat. Dua pakar sejarah tersebut mengingatkan bahwa parameter sahih tidaknya riwayat sejarah Islam adalah Sunnah dan pandangan ulama-ulama pemimpin umat yang tidak lain adalah ulama Ahlussunnah wa Jama’ah. Parameter ini menjadi sangat penting mengingat banyaknya orientalis dan pengikutnya yang menggunakan data-data dalam kitab-kitab sejarah untuk meruntuhkan keyakinan umat Islam akan kemuliaan para shahabat khususnya Khulafa Rasyidun dan menggelontorkan ide-ide liberal mereka.

Baca selengkapnya »

Kritik Kajian Sejarah Faraq Fouda Dalam Buku Al-Haqaiq Al-Ghaibah (Bag ke-2): Seputar Khilafah Utsman Bin Affan

Jika Fouda mempertanyakan urgensi Syariah Islam dalam rangka menyelesaikan masalah umat dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maka kita bisa saja bertanya kepadanya: Apakah masalah-masalah yang dia angkat tersebut telah menemukan solusinya tanpa menerapkan Syariah? Nyatanya, masalah-masalah tersebut masih terus saja ada kan? Ketika masyarakat kuat dalam berakidah, memenuhi kewajiban ibadah dan muamalah, dan meniru gaya hidup Rasulullah, apakah hal itu menghalangi mereka melakukan kajian dan dialog untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia yang ia bicarakan? Bukankah kerusakan agama dan moral manusia yang menjadi masalah besar di dunia berasal dari semakin jauhnya manusia dari Syariat?

Baca selengkapnya »

Kritik Kajian Sejarah Faraq Fouda Dalam Buku Al-Haqaiq Al-Ghaibah (Bag ke-1): Seputar Khilafah Abu Bakr Al-Shiddiq

Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama telah lama memperingatkan, “Sesungguhnya kerusakan umatku disebabkan oleh pemimpin-pemimpin zalim dan bodoh dari suku Quraisy.” (HR. Ahmad); “Jika sebuah perkara diserahkan kepada selain ahlinya, maka tunggulah waktu kehancuran.” (HR. Bukhari); “Akan turun kepada umatku di akhir zaman nanti cobaan yang dahsyat dari pemimpin mereka. Belum pernah terdengar cobaan yang lebih dahsyat darinya sehingga bumi pun terasa sempit bagi mereka karena dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman.” (HR. Hakim) dan masih banyak lagi Hadits-hadits yang menunjukkan kerusakan umat manusia akibat kerusakan pemimpinnya.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization