Home / Narasi Islam / Ekonomi

Ekonomi

Main Saham Itu Sama Seperti Berjudi

Saham

Mengenai orang yang bermain di pasar modal menimbulkan pertanyaan apakah manfaat yang ia berikan kepada orang lain? Tentu saja tidak ada, dengan melakukan cara spekulasi seperti itu ia hanya memutar uang untuk dirinya sendiri, tidak ada tenanga kerja yang terserap dan tentu saja tidak memberi manfaat pada orang lain. Sebaliknya jika kita punya uang 100 juta maka lebih baik kita buka sektor usaha nyata yang dapat menyerap tenaga kerja secara nyata, itulah yang namanya memberi kebermanfaatan bagi sesama. Jadi masih mau main saham? Sebagai seorang muslim yang taat pastilah kita harus mengikuti apa apa yang diperintahkan dan menjauhi apa apa yang dilarang.

Baca selengkapnya »

Konsep Ta’awun (Tolong Menolong) dalam Asuransi Syariah

Ilustrasi - Suasana di sebuah Kantor Asuransi. (kontan.co.id)

Konsep tolong menolong yang terkandung dalam asuransi syariah adalah Adanya dana tabarru (tolong menolong) di antara peserta asuransi untuk berbagi risiko/ menanggung risiko secara bersama-sama(Sharing of risk). jika ada salah satu peserta yang mengalami kerugian, kecelakaan atau kematian, maka dana tersebut dapat di gunakan untuk membantu nya. Atau dalam istilah asuransi disebut dengan klaim. Maka para peserta sudah ridho, jika dana yang terkumpul dihibahkan (diberikan) kepada peserta lain yang mengalami kerugian, kecelakaan ataupun kematian. Dari sikap tersebut, sangat tampak nilai sosial dan nilai ibadah para peserta asuransi, karena dengan menggunakan akad tabarru (tolong menolong), mereka dapat membantu peserta yang lain untuk menanggung risiko, di mana dana tersebut memang di hibahkan kepada peserta yang mengalami kerugian.

Baca selengkapnya »

Negara yang “Dimakan” Lautan

Logo PIFS (pacificwomen.org)

Indonesia telah membangun kerjasama yang baik dengan negara-negara tetangga, dimulai pada tahun 1974 dengan Fiji dan yang terakhir tahun 2013 dengan Kiribati. Hubungan Indonesia dengan negara-negara pasifik sering mengalami pasang surut. Pada tahun 1990-an Vanuatu pernah mengeluarkan statement atau argument-argumen yang memojokkan Indonesia karena konflik yang terjadi dengan Timor Leste. Yang sering kali terjadi adalah memanasnya hubungan Indonesia dengan Australia seringkali terjadi gesekan yang tidak seharusnya.

Baca selengkapnya »

Maksimalkan Potensi Ekonomi Kerakyatan Indonesia

ilustrasi - (vk.com)

Sebenarnya pemerintah tidak perlu panik dalam menghadapi MEA. Pemerintah seharusnya jeli melihat lebih dalam potensi Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, kebudayaan , kerajinan, industri terutama bidang pariwisata. Semua itu modal yang sangat cukup untuk Indonesia mengarungi MEA. Pemerintah perlu membangun optimisme dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi MEA lewat standarisasi produk dan tenaga kerja, peningkatan industri kreatif sebagai media promosi maupun patenisasi.

Baca selengkapnya »

Rezeki Berkah, Cukup, Bahkan Bertambah

ilustrasi, ujian dan fitnah (inet)

Rezeki dari sebuah hasil ikhtiar halal dan thoyyib, yang takaran besar kecilnya tidak lagi ditentukan oleh serangkaian ukuran kuantitas semata. Tingkat keimanan yang disandarkan pada ‘iffah diri untuk bisa mandiri yang disertai dengan kesyukuran terhadap limpahan-Nya dan tak hendak bergantung kecuali pada Allah SWT semata. Insyaa Allah rezeki berkah, jalanpun mudah. Segalanya tercukupi bahkan kebaikan yang ada akan terus bertambah. Kemudahan jalan yang diberikan pada hamba-hamba-Nya yang totalitas beriman dan bertaqwa, demi tercapainya akhir yang mulia yang berujung pada keridhlaan Allah ‘Azza wa Jalla.

Baca selengkapnya »

Rahasia Sukses Menjadi Insan Berdaya Saing Global

Ilustrasi. (World Economic Forum). (klik untuk memperbesar).

Tantangan mendasar yang akan dihadapi bangsa ini ketika MEA berlangsung yaitu kesiapan kita dalam persaingan dengan masyarakat global utamanya dalam hal persaingan dunia kerja atau bisa disebut sebagai “Global Challenge”. Di akhir 2015 nanti kita tak perlu heran ketika berbondong-bondong warga Negara Thailand, Singapura bahkan Malaysia datang ke Indonesia untuk mencari pekerjaan bahkan memulai membangun bisnis di Tanah Air kita, namun benarkah itu bukan menjadi sebuah masalah? Menurut “Global Competitiveness Report 2013-2014” menyebutkan bahwa daya saing tenaga kerja kita masih berada di peringkat 5 di antara seluruh Negara Asean.

Baca selengkapnya »

Pendidikan Berbasis Entrepreneurship Sebagai Upaya Dalam Rangka Menyambut ASEAN Economics Community (AEC)

Masyarakat Ekonomi Asean 2015 - (foto: tubasmedia.com)

Harapannya masyarkat kita tidak hanya jadi buruh atau pekerja dari orang asing atau perusahaan milik asing, sehingga apa yang tercantum dalam UUD’45 pasal 33 yaitu semua kekayaan alam menjadi milik negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat juga terlaksana, tanpa harus menjual atau meminta orang asing yang mengolah itu semua, dan untuk memulai itu semua maka harus dimulai dari yang kecil, seperti sering melakukan lomba-lomba karya tulis dan lomba bisnis plan yang tidak hanya ditujukan kepada sekolah perguruan tinggi atau pada mahasiswa saja tapi bisa ke siswa-siswa atau pelajar SMP atau SMA bahkan SD pun juga bisa agar mereka bisa lebih kreatif dan inovatif saat besarnya tentunya dengan tingkatan atau persayaratan yang berbeda-beda pula.

Baca selengkapnya »

Produk Lokal Go Internasional: Peran Industri Kreatif dalam Menghadapi MEA

(grosirsouvenirmurah.com)

Dalam memanfaatkan peluang industri kreatif, perlu ada inovasi yang diterapkan agar kerajinan tangan yang dibuatnya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Misalnya, bagi masyarakat sekitar Pantai Pafuma Jember bisa memanfaatkan peluang ini dengan membuat souvenir yang berbahan dasar sama dari kerang namun diberikan inovasi pada souvenir tersebut dengan menambahkan tulisan “Pantai Pafuma” pada souvenir tersebut.

Baca selengkapnya »

Sisa-Sisa Tangan Kecil Penanti Rezeki di Jalan Margonda Raya Kota Depok

Ilustrasi - Anak-anak (Yudi/Primair)

Pada kenyataannya tidak semua pengamen mendapatkan pemaksaan dari orang tua untuk pengamen di sepanjang Jalan Margonda Raya Kota Depok. Pekerjaan ini mereka lakukan atas inisiatif dari diri mereka yang didasari oleh kondisi ekonomi kelurga. Mereka adalah anak-anak yang tergiur akan kesempatan mendapatkan uang saku dari warga kota dengan cara mengamen karena menurut mereka banyak orang yang memberikan uang yang mereka butuhkan.

Baca selengkapnya »