Home / Narasi Islam / Ekonomi (halaman 5)

Ekonomi

Tugas dan Peran Auditor Di Lembaga Keuangan Syariah

Auditor harus melihat ke dalam berbagai pelaporan kontrak komitmen di IFI terhadap pemasok, pelanggan, debitur, kreditur dan pemerintah. Misalnya, dalam skrining produk, auditor harus memperhatikan untuk tanda-tanda Ihtikar (penimbunan dengan tujuan menimbulkan kelangkaan atau menyembunyikan harga artifisial), Bakhs (upaya sukarela untuk mengurangi atau menurunkan nilai produk yang dijual) dan israf (tingkat pemborosan) dalam penataan pinjaman Islam menurut untuk syari'ah. Tanggung jawab ini menuntut etika kerja, yang berbeda dari yang diamati dalam transaksi pinjaman di perbankan konvensional dan servis, yang terakhir sangat bergantung pada karakter peminjam, kapasitas, jaminan, modal dan kondisi.

Baca selengkapnya »

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional

Penerapan GCG dalam praktek adalah salah satu langkah sangat penting dalam meningkatkan dan memaksimalkan suatu nilai bank itu sendiri, mendorong pengelolaan bank yang professional, transparan dan efisien. Dengan adanya prinsip-prinsip GCG maka dapat memenuhi kewajiban yang secara baik kepada pemegang saham, dewan komisaris, mitra bisnis dan stakeholder lainnya. Diharapkan terlaksananya prinsip GCG dapat tercipta citra yang baik dan dapat dipercaya.

Baca selengkapnya »

Mengenal Praktik Auditor Syariah

Di Malaysia audit syariah mempunyai tiga level, yang pertama audit laporan keuangan LKS, kedua, pemenuhan audit pada organisasi, individu dan sistem , ketiga, pemerintahan sharia compliance. Dari tiga level di atas memilki tujuan yaitu untuk mengisi gap atau hak antara keinginan dan praktek nyata audit syariah di Malaysia (otman, 2016)

Baca selengkapnya »

Tantangan Dewan Pengawas Syariah dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja

Langkah selanjutnya yaitu mengedukasi masyarakat dan konsumen tentang urgensi peran DPS dalam suatu lembaga. Konsumen perlu mengetahui anggota siapa saja DPS dan apa saja tugas serta wewenang mereka. Agar timbul suatu kepercayaan konsumen terhadap produk dan akad yang diberikan oleh perbankan syariah. Dengan ini konsumen akan menyadari bahwa produk syariah yang mereka gunakan dibawah pengawasan pihak yang independen dan berkompeten di bidang keuangan syariah.

Baca selengkapnya »

Kesesuaian Praktik Audit Secara Syariah

kesesuaian syariah di lembaga keuangan syariah (LKS) hanya akan dapat terukur dengan baik apabila auditor syariah baik auditor syariah internal maupun auditor syariah eksternal menerapkan praktik audit syariah yang sesuai dengan nilai, prinsip, dan hukum syariah yang berlaku. Karena praktik audit syariah ini dapat meyakinkan stakeholder bahwa lembaga keuangan syariah (LKS) telah sesuai dengan syariah. Berkenaan dengan hal tersebut, penting dibuat sebuah pedoman khusus terkait praktik audit syariah di lembaga keuangan syariah (LKS).

Baca selengkapnya »

Praktik Pengawasan Syariah di Negara Anggota OKI

Pada negara-negara yang tergabung dalam OKI memiliki praktik pengawasan syariah yang berbeda, ada yang memiliki otoritas syariah nasional dan ada juga yang sebatas otoritas syariah pada tingkat lembaga saja seperti Syria, Oman, Yaman, Libya, dan Irak. Bahkan ada juga negara yang memiliki otoritas syariah keduanya. Otoritas syariah nasional perlu memainkan peran yang lebih penting dalam memantau dan memastikan praktek tata kelola perbankan Islam telah bekerja dengan baik.

Baca selengkapnya »

Standar AAOIFI Sebagai Acuan Kepatuhan Bank Syariah

Sebaiknya anggota Dewan Pengawas syariah itu terdiri dari ulama yang memiliki pengetahuan yang mumpuni dan wawasan yang luas tentang hukum Islam, khususnya terkait fiqh muamalah. serta memiliki reputasi yang sangat baik di komunitas mereka. Karena menurut (farook et al., 2011) bahwa reputasi adalah hal yang penting dalam mengukur tingkat pengungkapan di bank syariah.

Baca selengkapnya »

Audit Syariah Solusi Shariah Compliance Lembaga Keuangan Syariah

Namun dalam praktiknya, bukti empiris menunjukkan bahwa mayoritas auditor syariah di LKS kurang berpengalaman dan tidak memiliki kualifikasi profesional yang baik. Mereka yang memiliki pengetahuan akuntansi cenderung tidak memiliki pengetahuan syari’at dan sebaliknya. Mengingat pentingnya peran auditor syariah terhadap peningkatan integritas perusahaan maka hendaknya auditor syariah lebih aktif untuk meningkatkan skill akuntansi/keuangan, ekonomi maupun pengetahuan di bidang syari’at/hukum.

Baca selengkapnya »

Model Dewan Pengawas Syariah di Negara Muslim

Lalu, bagaimana dengan DPS di Indonesia? Apakah diperlukan pengajuan model DPS kembali? Atau memperbaiki yang ada? Saat ini, DPS di Indonesia minim sekali yang mengerti masalah akuntansi (audit), sedangkan Auditor minim pengetahuannya tentang syariah, sehingga saat ini Auditor dan DPS masih bekerjasama untuk proses audit LKS. Alangkah lebih baik jika Auditor menguasai ilmu syariah, dan DPS juga mengusai ilmu audit agar LKS terus mengalami pertumbuhan yang baik tiap tahunnya.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization