Home / Pemuda / Mimbar Kampus

Mimbar Kampus

LDK Sebagai EO?

Logo FSLDK Indonesia.

Ikhwatifillah, terkadang kita memang sering sekali memakai kacamata kuda di kepala kita, sehingga hal-hal yang begitu luas maslahatnya terkadang pandangan kita begitu kabur untuk dapat melihatnya, meskipun secercah. Saya sering membayangkan, ketika suatu saat dakwah tidak memiliki lebaga legal formal, lantas bagaimana cara dakwah kita? Ya betul dengan fardiyah. Kalau kita sudah punya lembaga legal dan formal, maka tahapan dakwah kita masuk ke ranah yang lebih jauh lagi, lebih profesional. Tanpa harus mendegradasi dakwah fardiyah kita.

Baca selengkapnya »

Bias Kesetaraan Gender

Ilustrasi. (galleryhip.com)

Kebebasan berekspresi adalah hak bagi setiap manusia, namun keadilan dalam bingkai kebenaran adalah hak mutlak bagi setiap insan yang memanusiakan manusia. Manusia banyak belajar dari pengalaman tapi kadang terlupa untuk belajar dari kebenaran. Berdikari tak selalu “harus” menuntut untuk setara dalam segala hal, karena kreativitas yang terarah sesuai porsi dan fitrah adalah sebagian dari hakikat reformasi kesetaraan gender itu sendiri.

Baca selengkapnya »

Pentingnya Pembinaan Kader

majelis-halaqah_web

Dakwah tanpa pembinaan bagaikan keluarga bahagia tanpa anak. Tak ada yang meneruskan, tak ada yang mewarisi ideologi keluarga itu. Oleh karena itu, teruslah bergerak, teruslah menebarkan semangat kebaikan dan perbaikan. Selalu ingat bahwa “Barangsiapa yang menolong agama-Nya, maka Dia akan menolongmu dan mengukuhkan kedudukanmu” dan tetaplah dalam barisan teratur, yang senantiasa dicintai oleh Allah SWT. Serta jadikan pembinaan sebagai salah satu langkah membuat perubahan. Insya Allah

Baca selengkapnya »

Reposisi Gerakan

Ilustrasi. (inet)

Pergerakan harus secara sadar mengalami tranformasi ke arah perjuangan jangka panjang. Perlu adanya simpati dan dukungan mayoritas mayarakat. Bukan justru dipandang sebagai entitas yang aneh – lantaran dinilai sebagai kelompok minoritas. Transformasi yang bertujuan untuk memenangkan opini-opini dan narasi-narasi gerakan yang kompatibel dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian perlahan mayoritas publik akan mendukung kembali gerakan mahasiswa sebagai kesempatan keduanya, sekaligus memastikan bahwa tradisi gerakan tetap akan berlangsung selama-lamanya.

Baca selengkapnya »

Kuliah Diiringi Musik

Ilustrasi. (ceritaprasmul.com)

Binaural beat dapat merangsang aktivitas tertentu di otak sehingga dapat membantu kita untuk meningkatkan energi, pikiran dan mood saat mendengarkan musik tersebut. Prinsip kerjanya adalah membantu korteks otak menghasilkan gelombang tertentu sehingga dapat menginduksi beberapa bagian otak untuk tetap terjaga sesuai tujuan yang ingin kita lakukan sehingga kita akan tetap fokus pada tujuan atau pekerjaan yang kita lakukan tersebut.

Baca selengkapnya »

Bukti Nyata Mahasiswa untuk Masyarakat

Bukti-NyataMahasiswa-untuk-Masyarakat-03

“Kami ingin ikut berkontribusi memanfaatkan potensi alam di Desa Sidorejo. Pasalnya, dengan mengolah sumber daya alam, pendapatan mereka akan bertambah. Jadi, perekonomian desa tersebut dapat mandiri ke depannya’” kata dia. Selain membantu masyarakat memanfaatkan potensi alam yang ada dengan ilmu teknik kimia mereka. Mereka juga siap mengajarkan pelajaran sekolah ketika anak-anak di desa tersebut membutuhkannya.

Baca selengkapnya »

Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Bangsa

Ilustrasi. (Foto: tribunnews.com)

Pendidikan diperlukan agar mahasiswa memiliki intelektual dan wawasan yang luas sehingga membantu di dalam proses berpikir untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan. Penelitian diperlukan untuk menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi masyarakat dengan landasan research agar karya tersebut tepat sasaran. Pengabdian masyarakat diperlukan agar ilmu yang didapat oleh mahasiswa tidak disimpan untuk dirinya sendiri tetapi berusaha agar masyarakat juga merasakan manfaat dari ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa.

Baca selengkapnya »

4 Kunci Sukses Mahasiswa Menjadi Pemimpin

Ilustrasi. (liputan6.com)

Pemimpin bukan mereka yang mengikuti animo masyarakat namun mereka justru yang merubah animo atau tren yang ada pada masyrakat. Namun yang terjadi di zaman ini cenderung salah kaprah, mahasiswa yang dulunya mengaku sebagai aktivis justru banyak kita temui ketika menjadi pemimpin idealisme mereka hilang atau bahkan terjerat perkara-perkara korupsi. Hal ini di antaranya disebabkan oleh tidak adanya kemandirian secara finansial, di mana banyak di antara mereka hidup atau mencari penghasilan dari posisinya sebagai pemimpin bukan menghidupi posisinya sebagai pemimpin.

Baca selengkapnya »

Kerucut Kontribusi Mahasiswa S2/S3

Ilustrasi (wikipedia)

Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang tentunya semakin tinggi pula kontribusi yang ia berikan, semakin berpengaruh ia bagi orang- orang di sekitarnya (tentunya pengaruh dalam hal kebaikan), ia dapat menjadi rujukan dalam berbagai masalah yang ada, bukan malah pembuat masalah, dengan begitu jenjang pendidikan tidak hanya menjadi sekadar tujuan untuk kenaikan jenjang karier. Sayangnya masih banyak dari kita yang belum sadar akan hal ini, atau malah para penuntut ilmu itu bukan menyumbang kontribusi terbaik yang dimiliki, melainkan malah memperkeruh kondisi bangsa.

Baca selengkapnya »

Menjaga Eksistensi Gerakan

pesona mahasiswa

Membangun budaya eksekusi sebetulnya berkenaan dengan agenda yang mampu secara jamaah untuk dilakukan. Berangkat dari grand design sederhana, tapi dapat dilakukan dengan perencanaan yang jelas dan terukur. Semuanya berkaitan dengan target, pelaku, konsep, aliansi/relasi, dana, serta indikator keberhasilan.

Baca selengkapnya »