Home / Narasi Islam / Wanita

Wanita

Surga untuk Ayah

Ilustrasi. (almkohtsar.com)

Duhai kawan.....Ayahmu memang tak pernah senantiasa bersamamu, tak sedekat engkau dengan ibumu, tapi perjuangannya selama ini cukup menggambarkan betapa cintanya ia terhadapmu, betapa sayangnya ia padamu, maka janganlah engkau balas kasih sayangnya dengan sepercik api dari nerakaNy

Baca selengkapnya »

Menjadi Wanita Langit

Ilustrasi. (webmuslimah.com)

Mereka yang menciptakan syurga sebelum syurga yang sebenarnya. Rumah yang penuh cinta, kedamaian, keimanan dan semangat untuk mempersembahkan yang terbaik dunia akhirat. Menjadi pelabuhan ruhani bagi suami dan keluarganya. Menjadi arsitek peradaban yang luar biasa. Karena itu mereka sangat dikenal penduduk langit. Mereka yang terkadang dengan sangat tangguhnya menjadi tulang punggung keluarganya. Mereka yang tidak dikenal tapi doanya telah menembus langit. Mujahadahnya yang luar biasa, sudah dicinta oleh Rabb-nya.

Baca selengkapnya »

Wanita Jangan Cengeng!

Ilustrasi. (bidadarisurga.deviantart.com)

Tidak. Wanita bukanlah makhluk yang lemah. Sejarah Islam telah menorehkan betapa banyak sahabat wanita yang turut membantu memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi ini. Tidak ingat kah cerita Asma binti Abu Bakar yang dalam keadaan hamil besar masih bisa mengantarkan perbekalan makanan dengan kudanya secara sembunyi-sembunyi?

Baca selengkapnya »

7 Tips Menjaga Rambut Tetap Sehat Meski Memakai Hijab

Ilustrasi. (Arief Santras Photography)

Rambut adalah mahkota yang paling indah bagi seorang wanita. Sebagai pemakai hijab tentunya keadaan rambut agak berbeda dengan rambut yang tidak berhijab, biasanya masalah yang sering timbul adalah soal kesehatan rambut. Memakai hijab sepanjang hari memang bisa membuat rambut lebih lembab dan mudah rontok, karena tertutup, rambut jadi mudah berketombe dan mengalami kerontokan. Namun, jangan khawatir, dengan cara berikut rambut kita dijamin tetap sehat meskipun tertutup hijab.

Baca selengkapnya »

Wanita, Kartini, dan Emansipasi dalam Tinjauan Sejarah Islam

RA Kartini

Emansipasi yang ditunggangi oleh para kaum liberalis dan feminisme semakin mengemuka akhir-akhir ini. Posisinya semakin kuat karena didukung oleh keawaman banyak masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, salah seorang ibu yang beranggapan bahwa hari Kartini merupakan hari kebebasan bagi mereka untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang wanita. Hal ini didapatkan secara nyata di salah satu daerah di Indonesia. Mungkin ini hanya salah satu contoh kecil mengenai isu emansipasi yang telah tertancap di masyarakat. Padahal dari muatan-muatan perjuangan Kartini, hanya mengajarkan agar kaum wanita berpendidikan dan mampu mengetahui kodratnya sebagai wanita. Sebagaimana kumpulan tulisannya yang kemudian diterjemahkan dalam buku “ Habis Gelap Terbitlah Terang”. Beberapa sejarawan menegaskan sebagai inspirasi Kartini dari ayat Al Qur’an “mina dzulumaati ila nuur”. Sehingga sudah sepantasnya masyarakat memahami bahwa wanita tidak akan pernah setara dengan laki-laki. Namun, tidak juga berada di bawah mereka. Karena keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Usaha mereka dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya tidak lain hanya untuk meningkatkan keterampilan dalam mendidik anak-anaknya kelak. Karena tidak bisa dinafikan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak.

Baca selengkapnya »

Bekerja Adalah Standar Kebahagiaan Perempuan, Benarkah?

Ilustrasi. (sinarharian.com.my)

Orang yang bertakwa itulah yang mulia dan bahagia. Kemuliaan yang demikianlah yang bisa diraih oleh siapapun tanpa membedakan ras, bangsa, warna kulit, harta ataupun unsur lainnya. Hamba Allah siapapun dia bisa meraih derajat mulia jika ia bertakwa. Menjalankan apa-apa yang diperintahkan Allah baik di kala berat maupun ringan. Meninggalkan larangan Allah meski ia menyukainya. Inilah kebahagiaan hakiki bagi seorang muslimah. Bisa menaati Allah dalam situasi dan kondisi apapun. Semoga kita bisa meraih gelar takwa ini dan istiqamah dalam mentaatinya. Aamiin.

Baca selengkapnya »

Hijab, Antara Kewajiban dan Gaya Hidup

Ilustrasi. (antominang.blogspot.co.id)

Dewasa ini, berbusana muslimah tidaklah sulit. Kita tidak perlu mengulang pengalaman pahit tahun ‘80 an ketika beberapa muslimah berhijab kehilangan pekerjaan, kesempatan dan dikucilkan dari pergaulan. Karena sekarang, muslimah Indonesia telah menikmati nyamannya berhijab syar’i dari perjuangan para wanita muslim sebelumnya.

Baca selengkapnya »