Home / Narasi Islam / Wanita / Alasan yang Membuat Muslimah Tidak Berjilbab

Alasan yang Membuat Muslimah Tidak Berjilbab

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Arief Santras. Model: Nika Annika)

dakwatuna.com – Ketika kita berbicara tentang menutup aurat, tak jarang orang di sekitar kita masih berfikir bahwa hal tersebut bukanlah masalah yang penting. Bahkan ada diantara saudara muslimah kita yang mengatakan “belum ada panggilan hati bagi saya untuk berjilbab”. ada juga yang mengatakan “ tidak masalah tidak berjilbab, yang penting hati saya baik”.

Ketahuilah wahai saudariku para muslimah, bahwa selain kita mempunyai hak atas Allah, Allah juga memiliki hak atas kita yang harus kita laksanakan.

Alangkah malunya ketika kita memohon kepada Allah untuk mengabulkan apa yang kita hajatkan. Akan tetapi diri kita melalaikan apa yang Allah perintahkan kepada kita sebagai makhluknya. Betapa picik dan sombongnya kita sebagai manusia yang tidak mampu berbuat apa-apa tanpa adanya kehendak dari Allah namun masih melalaikan perintahnya, dan mungkinkah seseorang memiliki hati yang baik saat perintah dari yang menciptakannya saja tidak dilaksanakan.

Menutup aurat atau berhijab bukan karena adanya panggilan hati, bukan pula karena merasa hati sudah suci dan bersih dari dosa. Tetapi Menutup aurat merupakan perintah Allah, dan sudah menjadi hak Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap wanita yang mengaku dirinya beragama Islam. Seperti firman allah SWT dalam Qur’an surah An-Nur:31 yang artinya:

“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.(QS. An-Nur:31)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

 “Hai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin untuk mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu”.(QS. Al Ahzab:59)

Memahami makna ayat tersebut jelaslah bahwa perintah Allah kepada setiap wanita muslimah untuk berhijab adalah untuk kemaslahatan, melindungi wanita terutama dari gangguan dan kejahatan syetan yang menyerupai manusia.

Akhirnya, untuk saudari muslimahku yang masih belum bisa menutup aurat, tidak ada alasan lagi. jika alasan tidak menutup aurat karena merasa belum ada panggilan hati atau merasa belum mendapat hidayah. Saudariku, Jangan salah mengartikan, panggilan hati dan hidayah tidak akan datang begitu saja apabila kita enggan memulai kebaikan dari diri kita sendiri. Sebaliknya, jika kita memulai merubah diri kita dengan menutup aurat, Insya Allah kita akan senantiasa hidup dalam ketenangan dan terlindungi. Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang lurus, amiin. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...

Tentang

Mahasiswi STEI SEBI, Semester 3, jurusan Akuntasi Syariah. Saat ini aktif sebagai Volunteer Perpustakaan STEI SEBI.

Lihat Juga

Peringatan International Hijab Solidarity Day di CFD Jakarta

Organization