Home / Ummu ‘Aifah

Ummu ‘Aifah

Lahir di Jambi tahun 1984. Dan hingga kini tinggal di Jambi. Selain sebagai ibu rumah tangga, juga bekerja di swasta dan penulis lepas.

Jaga Aurat dari Maut

“Hindarilah berkhalwat (berduaan) dengan kaum wanita!” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan saudara ipar?” Rasulullah menjawab, “Berkhalwat dengan saudara ipar itu adalah maut!” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi). Rasulullah saw menyebut kata ‘maut’ karena besarnya bahaya yang ditimbulkan dari tindakan berduaan (khalwat). Saudara ipar, dalam kehidupan sehari-hari, memang lebih terkesan seperti keluarga. Statusnya di masyarakat tak beda dengan sepupu yang menurut sebagian orang adalah mahram.

Baca selengkapnya »

Dunia Sebesar Rumah

Kian hari, dunia semakin komplit dengan berbagai cerita. Bumi kian sempit dengan banyaknya penghuni, yang sebagian besar adalah perempuan. Para perempuan kemudian menciptakan cerita hidupnya sendiri. Ada yang lebih dari separuh harinya habis di luar rumah, ada pula yang tujuh hari dalam sepekan berlindung dari ultra violet di dalam rumah orangtua atau suaminya.

Baca selengkapnya »

Keputusan

Kutembus hujan di kegelapan sebagai protes atas keputusan Ummi yang berencana menikahkan Mbak Liza dengan Januar. Kupacu kencang sepeda motor peninggalan almarhum Abi menuju masjid terjauh. Kalau saja Abi masih ada, beliau pun tidak akan mengizinkan Mbak Liza menikah dengan Januar. Secara fisik memang tidak ada yang salah dengan guru SD itu. Tapi Januar orang awam, dan ia mengajar di sekolah Nashara.

Baca selengkapnya »

Jangan Jadi Generasi Nyadong!

Hari gini masih nadah tangan sama orangtua? Gak banget deh! Salah satu indikasi keberhasilan seseorang, dapat dilihat dari tingkat kemandiriannya secara ekonomi. Gak harus kaya, tapi mampu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa meminta pada orangtua. Tapi… kita kan masih muda, memang masih tanggungan orangtua, gimana? Betul sekali! Tapi, jika kita mampu berbuat lebih, tentu kita akan punya pengaruh lebih. Hampir semua orang mengakuinya!

Baca selengkapnya »

Mana Ikhwan Untukku?

BLEDERR!! Subhanallah, kaget bukan buatan setelah kubaca pesan singkat di ponsel. Allah, ada yang hendak melamarkuuu! Ini sebuah prestasi, eh (mikir) ya prestasi. Aku baca ulang; hmm, apa ada yang keliru dengan cara ini? “Mirror mirror on the wall, pantaskah aku mendampinginya?” sedikit gila, aku ngobrol dengan kaca meja rias. Kenapa mesti ngaca, orang seperti dia tentu melamar perempuan bukan karena fisik, kaca menjawab. Tapi sepertinya itu suara hatiku.

Baca selengkapnya »

Walimah Sukses

Banyak perkara tak layak bermunculan ketika penyelenggaraan pesta pernikahan akan atau tengah digelar. Dari hidangan yang berlebihan, tata ruang yang menyebabkan tamu laki-laki dan perempuan bercampur, dan yang paling menonjol; ritual adat yang melangkahi akidah. Untuk yang belum menikah, tentunya akan lebih baik jika peluang mudharat tersebut dihindari sejak jauh hari, agar tak menyesal nantinya.

Baca selengkapnya »
Organization